
Blora, Kabarterdepan.com – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Bupati Blora Arief Rohman menginstruksikan semua instansi di daerahnya, untuk membagikan bendera merah putih secara gratis kepada masyarakat.
Instruksi tersebut ditujukan kepada Forkopimda, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN, dan BUMD.
“Total ada 93 instansi, yang kami minta turut membagikan bendera merah putih kepada warga yang belum memiliki atau benderanya sudah kusam,” ujar Bupati Arief, Jumat (1/8/2025).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memasang bendera merah putih di depan rumah masing-masing selama satu bulan penuh, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan penguatan semangat nasionalisme.
“Kita harap masyarakat bisa memasang bendera selama sebulan penuh untuk mengenang sejarah kemerdekaan dan menjaga semangat kebangsaan,” imbuhnya.
Sejumlah instansi langsung menindaklanjuti instruksi ini. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, menyatakan pihaknya telah membagikan lebih dari 50 bendera kepada masyarakat.
“Ini untuk mendorong semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air dari semua kalangan masyarakat,” ucap Luluk.
Distribusi bendera dilakukan secara bertahap di berbagai kecamatan, pusat keramaian, kantor desa, dan melalui tokoh masyarakat serta organisasi pemuda.
Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Blora juga turut ambil bagian. Kepala DPMPTSP, Bondan Arsiyanti (Danik), menyebut pihaknya telah membagikan 250 bendera di Desa Bokerto, Kecamatan Tunjungan.
“Kami sasar warga yang belum punya bendera atau yang benderanya sudah tidak layak pakai,” jelas Danik.
Warga pun menyambut positif gerakan tersebut. Salah satunya Anwar Sidiq, warga Plotot, yang mengaku senang mendapat bendera gratis dari pemerintah.
“Alhamdulillah, sekarang saya bisa ikut pasang bendera di depan rumah. Rasanya bangga ikut merayakan kemerdekaan,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan setiap tahun, terutama untuk membantu warga desa yang kurang mampu.
“Langkah ini bagus dari pemerintah. Jadi semua warga bisa ikut merayakan kemerdekaan, bukan cuma yang mampu beli bendera,” tutupnya.(Fitri)
