Workshop Literasi di Mojokerto: Edukasi Pembuatan Jus Buah Probiotik Tanpa Pengawet

Avatar of Redaksi
8EA6766C F7AB 4D69 A9A7 27175FA78DED scaled
Potret Workshop Literasi pembuatan juice buah probiotik (Inggrid/Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto mengadakan Workshop Literasi Pembuatan Jus Buah Probiotik yang berlangsung di Gedung Literasi Sooko pada Rabu (12/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, tentang cara membuat jus buah probiotik yang tahan lama tanpa bahan pengawet.

Workshop yang dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga selesai ini diikuti oleh puluhan peserta yang antusias mempelajari teknik fermentasi buah. Selain mendapatkan teori mengenai proses pembuatan jus probiotik, peserta juga berkesempatan untuk melakukan praktik langsung dalam mengolah bahan-bahan alami menjadi minuman sehat yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.

Dalam workshop ini, instruktur menjelaskan bahwa jus buah probiotik dibuat melalui proses fermentasi alami tanpa tambahan bahan kimia. Fermentasi ini memungkinkan tumbuhnya bakteri baik yang berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, sehingga dapat meningkatkan sistem pencernaan dan daya tahan tubuh.

720BE0F5 72F9 46BB AAC9 5C9A7D1F66C5
Potret Workshop Literasi bersama peserta workshop pada Selasa (12/2/2025) (Inggrid/Kabarterdepan.com)

Para peserta juga diberikan pemahaman tentang cara penyimpanan yang benar agar jus tetap aman dikonsumsi dan tidak mudah rusak. Beberapa poin penting yang disampaikan dalam sesi edukasi antara lain:

Jus buah probiotik yang belum ditambahkan air dan gula/madu tidak memiliki batas kedaluwarsa, selama tidak muncul pantogen (jamur hitam) yang menandakan kontaminasi. Jika jamur ini muncul, maka jus sudah tidak layak dikonsumsi.

Jika jus sudah dicampur dengan air, masa kedaluwarsanya menjadi tiga hari, setelah itu kualitas dan kandungan probiotiknya akan menurun.

Selama berlangsungnya workshop, peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai manfaat probiotik bagi tubuh serta teknik yang tepat dalam mengolah bahan baku agar menghasilkan jus dengan kualitas terbaik.

Dengan adanya kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya konsumsi probiotik alami serta mampu mengolah sendiri produk sehat di rumah. Selain itu, pelatihan ini diharapkan bisa membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha berbasis minuman fermentasi yang lebih sehat dan alami. (Inggrid*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page