Viral Oknum Larang Wisatawan Berfoto di Pantai Parangtritis, Dinas Pariwisata Bantul Buka Suara

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kolase oknum yang melarang wisatawan berfoto di Pantai Parangtritis. (Tangkapan layar IG @merapi_undercover)
Kolase oknum yang melarang wisatawan berfoto di Pantai Parangtritis. (Tangkapan layar IG @merapi_uncover)

Bantul, kabarterdepan.com — Video viral memperlihatkan seorang oknum jasa foto melarang rombongan wisatawan berfoto di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, DIY, Minggu (8/2/2026). Video itu diunggah di akun Instagram @merapi_uncover.

Dalam video tersebut, pria yang mengenakan rompi merah muda terlihat meminta rombongan wisatawan untuk tidak mengambil foto pribadi. Namun, pihak yang diduga berasal dari biro perjalanan protes karena mereka sudah beberapa kali berkunjung ke Pantai Parangtritis dan tidak pernah mendapat larangan terkait dokumentasi.

Seseorng dari biro perjalanan tersebut lantas mempertanyakan sejak kapan aturan itu diberlakukan. Pria tersebut kemudian menyebut larangan itu sudah dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dan memiliki izin melalui koperasi.

Video tersebut memicu beragam reaksi warganet. Sejumlah netizen menilai sikap pria tersebut terkesan arogan dan berpotensi mencoreng citra pariwisata Bantul. Netizen meminta pihak terkait segera melakukan penertiban agar wisatawan tetap merasa nyaman.

Keterangan Dinas Pariwisata Bantul

Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Bagian Kelompok Substansi Kepariwisataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi menjelaskan bahwa pria yang melarang rombongan wisatawan berfoto merupakan oknum pelaku jasa foto pribadi.

“Ketua karang taruna mengakui memang betul anggota di sana. Intinya di seluruh destinasi tidak ada larangan dokumentasi pribadi,” kata Markus.

IMG 20260208 WA0167
Kepala Sub Bagian Kelompok Substansi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi. (Instagram/@jalan_jalan-jogja)

Ia juga menyampaikan bahwa pria tersebut biasanya menawarkan jasa foto untuk kemudian hasilnya dijual.

“Si bapak itu dalam tanda petik bikin foto, filenya akan dijual. Ternyata yang ditegur adalah rombongan dari biro perjalanan,” imbuhnya.

Bebas Foto di Pantai Parangtritis

Usai kejadian, keluarga pria tersebut mendatangi pihak biro perjalanan dan menyampaikan permintaan maaf. Markus menyebut juga berencana membuat video permintaan maaf. Namun yang bersangkutan kesulitan menyampaikan pernyataan.

“Itu nanti ketua karang taruna didampingi ketua Perjafodi akan menyampaikan permohonan maaf,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa Dinas Pariwisata Bantul tidak pernah mengeluarkan larangan bagi wisatawan untuk mendokumentasikan momen, baik secara pribadi maupun rombongan. (Hadid Husaini).

Editor: Ahmad

Responsive Images

You cannot copy content of this page