Wisata di Banyuwangi Kian Moncer, Penerbangan Langsung dari Tiongkok Bakal Direalisasikan

Avatar of Redaksi
wisata di banyuwangi
Kawah ijen jadi destinasi favorit wisata di Banyuwangi bagi wisatawan China dan Taiwan. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Wisata di Banyuwangi kian moncer, terlebih baru-baru ini didukung adanya konektivitas pariwisata 3B (Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara) yang sebelumnya telah diluncurkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Untuk mendorong optimalisasi pariwisata internasional di Banyuwangi, Kemenpar terus melengkapi infrastruktur, termasuk kemudahan akses transportasi.

Di antaranya adalah rencana pembukaan penerbangan langsung rute Banyuwangi-Tiongkok bagi wisatawan asal negara Tirai Bambu.

Tim Kementerian Pariwisata telah bertemu Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah untuk mematangkan skema pembukaan penerbangan pada Jumat (25/10) yang juga dihadiri perwakilan perusahaan penyedia layanan penerbangan, PT Tjendana Mandra Sakti (TMS).

Plt. Bupati Sugirah mengatakan bahwa Pemkab Banyuwangi siap mendukung rencana pembukaan penerbangan tersebut yang dikatakannya akan berdampak besar bagi perekonomian dan perkembangan pariwisata daerah.

“Ini akan membawa manfaat besar bagi daerah, tentunya kedatangan wisatawan manca negara akan membawa manfaat ekonomi,” kata Sugirah.

Selain itu, pembukaan rute penerbangan Tiongkok-Banyuwangi juga sangat memungkinkan karena saat ini Banyuwangi juga telah memiliki kantor imigrasi mandiri yang akan memudahkan urusan keimigrasian para pelancong.

Ditambahkan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Dwi Marhen Yono mengurai bahwa penerbangan Tiongkok-Banyuwangi direncanakan akan menggunakan pesawat charter flight (penerbangan carter).

Wisata di Banyuwangi Diminati Turis Asing

“Kami merasa optimis rute ini akan diminati wisatawan Tiongkok, apalagi juga sudah banyak turis Tiongkok dan Taiwan ke Bali,” tutur Marhen.

Terlebih, konsep pariwisata 3B yang merupakan upaya redistribusi wisatawan yang banyak terpusat di Bali Selatan agar menyebar ke Bali Barat dan Bali Utara dengan Banyuwangi sebagai pintu masuknya juga akan menambah nilai wisata nasional.

“Jadi mereka bisa wisata di Banyuwangi dan Bali,” ujar Marhen.

Marhen mengatakan, Kemenpar akan berupaya agar penerbangan ini bisa terwujud dalam waktu dekat dan optimistis paket wisata tersebut bakal menjadi magnet yang menarik bagi wisatawan mancanegara, di antaranya China dan Taiwan.

“Ini peluang besar. Saya yakin ini akan menarik bagi wisatawan mancanegara karena Kawah Ijen masuk dalam top of mind wisatawan China,” katanya.

Sementara itu, perwakilan PT Tjendana Mandra Sakti, Arifin mengurai bahwa perusahaannya biasa melayani rata-rata 360.000 wisatawan per tahun dari China dan Taiwan menuju Bali sebelum pandemi.

Dengan melihat potensi yang dimiliki Banyuwangi saat ini, Arifin menargetkan bisa mengalihkan sekitar 20.000 wisatawan untuk mendarat di Banyuwangi.

“Selain rute Tiongkok – Banyuwangi, kita juga merencanakan membuka rute Taiwan-Banyuwangi langsung. Tinggal kita cocokkan slotnya. Sesegera mungkin ini terealisasi,” yakinnya. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page