
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lapas Kelas IIB Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan kepribadian kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya yang beragama Nasrani.
Sejumlah WBP Nasrani mengikuti kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan secara virtual dari dalam lingkungan lapas, Minggu (1/6/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin pembinaan spiritual yang bekerja sama dengan lembaga keagamaan yang memiliki kompetensi dalam pelayanan rohani.
Melalui media daring, para warga binaan mendapatkan pembekalan iman, pemahaman lebih dalam tentang ajaran Injil, serta motivasi untuk terus melakukan perubahan positif selama menjalani masa pidana.
Menurut petugas pembinaan, kegiatan ini bertujuan agar para WBP tetap memperoleh bimbingan spiritual meski berada di balik jeruji.
“Kami ingin warga binaan tetap memiliki pegangan hidup, memperkuat mental dan membentuk perilaku yang lebih baik sebagai bekal kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, juga menekankan bahwa pendekatan spiritual merupakan salah satu metode penting dalam proses pembinaan.
“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami berharap bisa membentuk pribadi yang lebih matang secara spiritual, agar ketika bebas nanti, mereka benar-benar siap berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Pembinaan rohani ini diharapkan menjadi sumber ketenangan batin serta menumbuhkan semangat baru bagi para WBP Nasrani dalam menjalani proses pembinaan di Lapas Mojokerto. (Riris*)
