Waspada Penipuan Via WhatsApp Catut Nama Kapolres Batu, Ada yang Terlanjur Transfer Puluhan Juta Rupiah

Avatar of Redaksi
IMG 20240809 212047
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata. (Yan/kabarterdepan.com)

Kota Batu, kabarterdepan.com – Nama Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata dicatut orang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak pidana penipuan melalui WhatsApp (WA).

Bahkan, penipuan ini sudah memakan korban hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Berkaitan dengan itu, Polres Batu melalui media sosial resminya menyampaikan imbauan agar siapapun yang dihubungi seseorang atau menerima pesan dari nomor tak dikenal mengatasnamakan Kapolres Batu untuk tidak merespons.

Penipuan ini modusnya menelepon korban yang masih terkoneksi maupun tidak terkoneksi dengan Kapolres Batu, seolah butuh bantuan sehingga minta ditransfer sejumlah uang.

Bahkan ada nomor lain, yaitu +62 877-8174-8665 yang berperan seolah sebagai Jaksa pada Kejaksaan negeri (Kejari) Batu.

Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata membenarkan terjadinya penipuan tersebut. Menurutnya, pelaku menyasar ke beberapa orang terdekatnya di beberapa lokasi, mulai dari Aceh, Bali, dan Magelang.

“Ada korbannya anggota di sejumlah titik, termasuk teman saya sendiri juga menjadi salah satu korban,” kata Andi saat dikonfirmasi, Jumat (9/8/2024).

Dikatakan Andi, beberapa korban diantaranya yang menjadi sasaran pelaku sempat mengkonfirmasi terlebih dahulu ke dirinya.

AKBP Andi menyebut, diduga aksi pelaku mulai dilakukan Jumat pagi menjelang siang.

“Sepertinya sebelum salat Jumat disebar aksi-aksinya. Terlacak pelaku penipuan ini di Sumut. Area Binjai, yang sedang dalam posisi mobile,” sebutnya.

AKBP Andi menambahkan, dilihat dari modus operandi pelaku sangat profesional. Ia menjelaskan, dari yang dialami korban di Aceh Tengah, pelaku berani melakukan panggilan virtual dengan wajah mirip namun samar dan suara-cara berbicara yang juga memiliki kemiripan.

Mengenai hal tersebut, belum diketahui apakah pelaku menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI) atau tidak. Satu orang diketahui menjadi korban dan harus kehilangan puluhan juta rupiah.

“Korban yang pernah kenal saya masih shock hingga sore ini, sebab sudah transfer Rp 20 juta dari BSI ke Mandiri. Sesaat mulai sadar, dicek ke rekening uang sudah ditarik pelaku dengan pecahan nominal maksimal di ATM,” katanya.

Pihaknya dan jajaran Reskrim Polres Batu segera melakukan mitigasi melalui berbagai media sosial.

“Kami juga komunikasi dengan sejumlah Polres agar tidak ada korban yang lebih banyak lagi,” pungkas AKBP Andi. (Yan)

Responsive Images

You cannot copy content of this page