
Life Style, Kabarterdepan.com – Otak sebagai pusat kendali tubuh kita harus dijaga kinerjanya agar tetap optimal. Otak membutuhkan bahan bakar terbaik berupa nutrisi yang sehat dan seimbang. Sayangnya, kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu dalam jangka panjang dapat merusak fungsi otak, mempengaruhi memori, konsentrasi, hingga suasana hati.
Berikut adalah beberapa jenis makanan yang diam-diam bisa merusak kemampuan otak:
1. Minuman Manis
Minuman bersoda, minuman berenergi, dan teh manis mengandung kadar gula yang sangat tinggi. Kelebihan glukosa dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan pada area otak yang berkaitan dengan memori dan kemampuan belajar. Bahkan, konsumsi minuman manis yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia di kemudian hari.
2. Fast Food
Makanan kemasan, makanan beku, dan makanan cepat saji biasanya mengandung banyak bahan kimia tambahan serta lemak tidak sehat. Pola makan seperti ini dapat menyebabkan peradangan di otak, membuat pikiran menjadi lambat, konsentrasi menurun, dan perubahan suasana hati dalam jangka panjang.
3. Makanan Tinggi Lemak Trans
Lemak trans yang banyak ditemukan dalam margarin, kue kering, serta makanan yang digoreng, dapat menyumbat pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke otak. Akibatnya, daya ingat menjadi terganggu dan risiko terkena stroke meningkat secara signifikan.
4. Makanan dengan Pemanis Buatan
Pemanis buatan, yang banyak ditemukan dalam minuman bersoda diet dan makanan bebas gula, dapat mengganggu keseimbangan kimia otak. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan keinginan makan, merusak daya ingat bahkan menyebabkan gangguan suasana hati seperti kecemasan dan depresi.
5. Makanan Karbohidrat Olahan
Roti putih, kue kering, dan pasta berbahan tepung putih termasuk dalam kategori karbohidrat olahan. Makanan ini dapat menyebabkan lonjakan cepat pada kadar gula darah, yang berkontribusi terhadap kabut otak, kelesuan, hingga penurunan fungsi kognitif jika dikonsumsi terus-menerus.
6. Makanan Berminyak
Makanan yang digoreng dalam suhu tinggi seperti ayam goreng dan kentang goreng, menghasilkan zat beracun yang disebut aldehida. Zat ini dapat memicu peradangan, merusak sel-sel otak, dan memperlambat proses berpikir jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
7. Makanan dengan Garam Berlebih
Kandungan garam tinggi, yang sering tersembunyi dalam makanan kaleng dan sup instan, dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah dan menurunkan aliran darah ke otak. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kebingungan, penurunan daya ingat, dan berbagai gangguan mental lainnya.
Menjaga kesehatan otak bukan hanya soal memperbanyak makanan bergizi, tetapi juga menghindari makanan-makanan yang dapat merusaknya. Langkah sederhana namun besar untuk menjaga otak tetap tajam hingga usia lanjut. (Riris*)
