Warung Ini Berada di Barongan, Cocok Untuk Bersantai saat Cuaca Panas

Avatar of Andy Yuwono
Warung di Desa Panggih, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto ini yang berdiri ditengah tengah lahan kebun bambu ( barongan ) (Andy /Kabarterdepan.com)
Warung di Desa Panggih, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto ini yang berdiri ditengah tengah lahan kebun bambu ( barongan ) (Andy /Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Jika biasa warung makan atau cafe berada di tempat keramaian atau pusat kota, berbeda dengan warung di Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini yang berdiri ditengah tengah lahan kebun bambu.

Lokasinya di dekat area persawahan dan berada dibawah tengah tengah kebun bambu, tempat ini pun tak pernah sepi pengunjung dari berbagai daerah.

Selain itu, tempat duduk dan terdapat beberapa joglo yang bisa diduduki beberapa orang yang terbuat dari bambu sehingga menambah nilai klasik.

Suara gesekan daun bambu ketika diterpa angin serasa suasana menjadi syahdu, ditempat terbuka ini pun membuat para pengunjung berlama lama bersantai.

Nama warung ini ialah ‘Barmojo’ yang merupakan kepanjangan dari Barongan Mojopahit, nama tersebut diapakai lantaran Kecamatan Trowulan memiliki sejarah yang kental tentang kerajaaan majapahit.

Nurul, salah satu pengunjung mengaku, dirinya sejak pagi hingga siang berada di warung yang memiliki luas 100 meter persegi dibawah pohon bambu tersebut.

“Karena di sini itu cuacanya yang silir-silir di bawah pohon bambu mengingat masa kecil,” katanya Minggu (22/9/2024) siang.

Ditempat ini juga menyediakan beberapa menu camilan dan minuman dingin maupun panas, namun terdapat menu makan lodeh, rawon dan pecel.

“Ada menu jadul yakni odeh ikan asin yang cocok dinikmati siang hari,” terangnya.

Satu porsi nasi lodeh dengan lauk tempe dan ikan asin klotok itupun dihargai Rp. 7000. Sedangkan minuman es maupun kopi panas dipatok harga mulai dari Rp. 3000 saja.

“Harganya di sini tidak menguraskan kantong, cocok buat kita kita yang masih pelajar,” tandasnya.

Sementara itu, Muhammad Aris pengelola warung Barmojo mengaku, dirinya dan 5 rekanya awalnya ingin berwirausaha warung kopi dengan mengandalkan lahan kosong yang tidak digunakan.

“Saya dan rekan-rekan itu berinisiatif untuk membentuk tempat ini agar bisa dimanfaatkan, jadi terbentuklah seperti ini,” jelasnya.

Warung yang telah didirikan setahun yang lalu ini buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 23.00 WIB dan kini telah dikunjungi pengunjung yang rata rata dari luar Kecamatan Trowulan.

“Tempat ngopi nyantai sambil menikmati rindangnya pohon bambu di sini,” tandasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page