
Sukabumi, Kabarterdepan.com – Nasib kurang menyenangkan dialami Andri (37), wartawan media online Kumparan di Sukabumi yang mendapat tindakan represif dari okunm polisi saat melaksanakan liputan demo tolak revisi UU TNI di depan DPRD Kota Sukabumi, Senin (24/03/2025) sore.
Andri menuturkan kejadian yang menimpanya pada saat itu.
“Kemarin saya liputan demo ricuh. Pas ambil gambar pendemo, ada yang pukulin sama polisi, lalu dari arah belakang ada yang narik leher saya, terus kenanya gantungan id card,” ujar Andri Kepada Kabarterdepan.com, Selasa (25/3/2025).
Andri tahu yang menariknya dari belakang adalah oknum polisi. Itu ia pastikan setelah sempat menoleh ke belakang.
Ia tetap berusaha mempertahankan Id Card, sambil berteriak “saya wartawan, saya wartawan”.
Walaupun Andri sudah berteriak dirinya wartawan, si oknum polisi tetap menarik id card.
“Jadinya id card putus, maksud saya mempertahankan Id card, karena saya sadar bahwa id card adalah hal paling penting apalagi liputan dalam kondisi ricuh,” tambahnya.
Salah satu anggota polisi sempat menenangkan Andri, dengan mengatakan mungkin tidak sengaja.
“Itu sengaja, sudah teriak saya wartawan tetep aja ditarik,” tegasnya. (M Idris)
