
Nasional, KabarTerdepan.com – Unggahan terbaru akun Instagram resmi Badan Gizi Nasional (@badangizinasional.ri) terkait layanan aduan Program Makan Gizi Gratis menuai sorotan tajam dari warganet.
Dalam unggahan tersebut, Badan Gizi Nasional menyampaikan bahwa masyarakat dapat menyampaikan keluhan dan aduan melalui kanal yang telah disediakan.
“Sampaikan aduan dan pertanyaan melalui Call Center resmi BGN di 127 atau +62-811-1000-8008, serta melalui Direct Message (DM) ke Instagram @badangizinasional.ri. Pastikan menyertakan informasi nama SPPG dan keluhan yang dialami agar dapat ditindaklanjuti dengan lebih cepat dan tepat,” tulis Badan Gizi Nasional dalam keterangan unggahannya.
Namun, alih-alih mendapat respons positif, kolom komentar justru dipenuhi berbagai keluhan dari pengguna Instagram. Sejumlah warganet mengaku telah berulang kali mengirim pesan langsung (DM), tetapi tidak mendapatkan tanggapan.
“Ga percaya aku, uda DM puluhan kali ga di-read, bahkan komen ku pernah dihapus. Semoga kali ini komen ku ga dihapus,” ujar salah satu komentar dengan akun @naila***.
Komentar serupa bermunculan dan memperlihatkan kekecewaan warganet terhadap respons yang dinilai lambat atau tidak ada sama sekali.
“Pura² buka saran dan kritik, giliran rakyat udah bersuara ga didenger. kocak,” tulis akun @fais***.
“Beneran ditanggapi ga min… segitu udah banyak yg spill kualitas keringan MBG Skrg yang gak bermutu dan kelewatan nilainya ga nyampe 10.000 tuh..,” tulis akun @ummi***.
Beberapa pengguna juga mempertanyakan transparansi pengelolaan aduan serta meminta agar penghapusan komentar tidak dilakukan, kecuali jika melanggar aturan komunitas.

Warganet Desak BGN Perbaiki Kualitas
Banyaknya komentar negatif tersebut membuat isu layanan aduan menjadi perbincangan luas.
Warganet berharap pengelola akun dapat memberikan klarifikasi terbuka sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan, agar Program Makan Gizi Gratis benar-benar berjalan sesuai harapan masyarakat.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya penjelasan resmi lanjutan di kolom komentar terkait keluhan-keluhan yang disampaikan.
Publik pun menantikan langkah konkret untuk memastikan setiap aduan masyarakat ditangani secara profesional dan transparan. (Innka)
