
Sleman, kabarterdepan.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama menyampaikan terdapat ratusan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bumi Sembada.
Ia menyampaikan Hingga saat ini terdapat 383 kasus di Sleman. Kendati begitu, disebutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah mengantisipasi kasus demam berdarah.
“Alhamdulillah, tidak ada yang meninggal karena kita sudah menerapkan wolbachia, ada yang terkena menjadi ringan tidak menjadi berat,” katanya saat diwawancarai di Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Sleman, Selasa (28/10/2025).
Ia menyampaikan bahwa salah satu daerah yang telah mengalami penurunan kasus ada di Kapanewon Depok melalui pengendalian bakteri Wolbachia.
“Wolbachia baru yang berhasil di Depok kasus penurinyanya cukup tinggi, pelepasliaran nyamuk ya jadi dia butuh darah manusia untuk hidup,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat ratusan kasus di kawasan padat penduduk tersebut.
“Di Kapanewon Depok sekarang 29 kasus, biasanya jumlahnya ratusan, jadi cukup tinggi,”katanya.
Cahya juga menyebut jumlah kasus DBD rendah juga berada di Kapanewon Ngaglik sebanyak 37 kasus dan Gamping sebanyak 46 kasus.
Ia menyampaikan bahwa wolbachia merupakan nyamuk jenis aedes aegypti yang lebih menyukai darah manusia, terutama di kawasan padat penduduk seperti Kapanewon Depok.
Kendati begitu, Cahya menyampaikan bahwa penyerapan wolbachia disebutnya belum merata di seluruh Sleman.
Pemantauan Dinkes Sleman Soal DBD
Bahkan sejumlah wilayah di Sleman disebutnya belum berhasil menurunkan kasus meskipun sudah dilakukan penyebaran wolbachia.
“Kalau di Sleman barat kita gak hidup karena gak bisa gigit orang, soalnya disana banyak pertanian dan ternak,” katanya.
Dinkes Sleman juga selalu melakukan pemantauan perkembangan bakteri tersebut setiap 2 tahun sekali. Pihaknya berharap jumlah nyamuk wolbachia tetap bisa dipertahankan.
Ia menyampaikan nyamuk jenis ini dibutuhkan untuk bisa menekan kasus DBD di masyarakat.
“Kalau mau fogging tidak masalah agar nyamuknya sedikit, yang penting ada (bakteri) wolbachia semua,” ujarnya. (Hadid Husaini)
