Warga Sambut Baik Normalisasi Sungai dan Peluang Kampung Wisata di Yogyakarta

Avatar of Redaksi
IMG 20250820 WA0011
Andityo, Ketua RW 7 Kampung Jogoyudan, Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta saat ditemui, Selasa (19/8/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan normalisasi tiga sungai besar dan membuka kawasan wisata mendapat sambutan baik dari warga.

Hal tersebut datang dari Ketua RW 7 Kampung Jogoyudan Anditya. Sebagai Daerah yang ikut dilewati aliran Sungai Code, dirinya menyebut adanya dorongan pengembangan wisata di kawasan sungai sebagai sinyal positif.

“Kalau untuk kebaikan wilayah saya tetap mendukung,” katanya saat diwawancarai, Selasa (19/8/2025).

Kendati begitu, terkait rencana normalisasi tersebut, Pemkot Yogyakarta disebutnya belum melakukan sosialisasi.

“Secara teknis kami belum diberitahu,” ujar Anditya.

Sebelumnya, Andit menyampaikan telah mengusulkan kampung Jogoyudan yang terletak di Kemantren Jetis sebagai kampung wisata, kendati begitu belum bisa terealisasi karena adanya keterbatasan.

“Kami menggagas tahun pada 2015 bersama warga lainnya supaya Jogoyudan menjadi kampung wisata,” katanya.

Pihaknya sempat melakukan ujicoba dengan wisata pemancingan. Meskipun sempat banyak dikunjungi, wisata tersebut pada akhirnya mandek.

Hingga saat ini, kawasan tersebut telah berubah menjadi sarang biawak. “Sekarang jadi kandang biawak,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa tiga sungai besar di DIY yakni Code, Winongo, dan Gajahwong merupakan aliran yang rawan bencana, baik banjir bandang hingga lahar dingin Gunung Merapi saat terjadi erupsi.

Disebut Andit, Sungai Code paling terdampak akibat lahar dingin karena menampung aliran dari hulu. “3 sungai itu kan yang paling rawan bencana kan Code karena langsung turun dari Sungai Boyong,” katanya.

Adapun erupsi merapi terakhir turun pada tahun 2010 membuat sungai mengalami pendangkalan dengan sedalam 6 meter. Kondisi tersebut membuat rumah warga yang ada di bantaran sungai terendam air karena pendangkalan.

“Air sungainya itu malah di atas rumah penduduk sehingga diberi dikeruk pasirnya, kalau nggak gitu air kali bisa masuk ke rumah,” katanya.

Jika kawasan pinggir sungai ke depan dikembangkan sebagai kawasan ekonomi, ia berharap pemerintah tidak hanya sekedar memberikan pelatihan kepada warga, namun juga bantuan modal.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo sebelum ya menyampaikan tengah mempersiapkan penurunan alat berat pada pertengahan Agustus ini untuk melakukan pengerukan endapan sungai di tiga sungai besar.

“Kami masih harus mempersiapkan lokasi disposal (tempat hasil pengerukan)” katanya.

Pemkot Yogyakarta sebelumnya juga merencanakan pemasangan jaring sampah untuk menampung sampah-sampah yang mengapung di aliran sungai.

Pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan Kabupaten Bantul dan Sleman untuk melakukan penertiban pembuangan sampah di masing-masing wilayah. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page