Warga NU Grobogan Bergerak, Mengutuk Keras Insiden Persekusi Ulama

Avatar of Redaksi
IMG 20240814 WA0107 1 scaled
Doa bersama Warga Nahdlatul ulama (NU) Grobogan di Pondok Pesantren Roudlutul Tolibin Desa Putatsari, Grobogan. (Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com –
Warga Nahdlatul ulama (NU) Grobogan yang terdiri dari beberapa Badan Otonom (Banom) NU bergerak.

Mereka menyatakan sikap mengutuk keras pasca insiden persekusi yang menimpa KH Asep Syarif, selaku Pimpinan Ponpes Manbaul Ulum dan KH Ichsan Badawi, Rois Syuriah MWC NU Cikarang Utara.

“Pasca kejadian penganiayaan yang terjadi pada Sabtu 10 Agustus 2024 lalu, warga NU Grobogan merasa tergugah dan mengecam keras peristiwa tersebut,” ungkap Ketua PCNU Grobogan KH Wan Ahmad Fadhil Almusawi Alhasani, Rabu (14/8/2024).

Menurutnya, PCNU Kabupaten Grobogan sangat prihatin terhadap tragedi karawang yang dilakukan oleh kelompok intoleran tertentu. Hal itu membuat warga NU Grobogan perlu untuk menyatakan sikap.

“Pernyataan sikap warga NU Grobogan dilakukan di Pondok Pesantren Roudlutul Tolibin, Desa Putatsari, Kecamatan/Kabupaten, Grobogan, Senin (12/8/2024) malam,” ujarnya.

Wan Fadhil menilai gangguan yang ditujukan untuk menghalangi kegiatan keagamaan dalam segala bentuk merupakan penyerangan terhadap hak asasi.

“Terhadap tragedi karawang kami menyatakan sikap mengutuk keras tindakan persekusi yang ditujukan terhadap para kiai, Ansor-Banser, serta santri yang dilakukan oleh kelompok intoleran,” ucap Wan Fadhil.

“Insiden ini adalah hal yang sangat serius. Ia pun meminta kepada pihak berwenang atau aparat Penegak Hukum (APH) agar segera mengambil tindakan tegas,” imbuhnya.

Disampaikan Wan Fadhil, Nahdlatul Ulama adalah rumah besar bagi khidmat kiai dan santri, untuk menjaga persatuan dan kesatuan melalui ajaran ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah.

Siapa pun pihak dan dimanapun peristiwanya, Nahdlatul Ulama adalah satu kesatuan barisan yang apabila telah diganggu garis perjuangnanya, maka wajib hukumnya seluruh warga Nahdliyin mengambil sikap.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Grobogan memberikan imbauan kepara seluruh badan Otonom NU untuk tidak mengikuti kegiatan di luar kegiatan resmi NU.

“Hal itu bertujuan untuk membuat garis yang tegas. Antara kegiatan Jam’iyah Nahdlatul Ulama dan kelompok-kelompok yang dapat berpotensi menyusup serta mengganggu Khidmah perjuangan NU,” tandasnya.

Sebagai informasi tambahan, dalam deklarasi yang digelar PCNU itu diikuti oleh IPNU, IPPNU, GP ANSOR, Muslimat, Fatayat, ISNU, Pergunu, IPSNU Pagar Nusa, JQH, PMII, Jatman, ISHARINU dan Sarbumusi Grobogan.

Usai melakukan deklarasi kemudian dilanjutkan dengan doa bersama agar setiap kegiatan NU selalu dihindarkan dari marabahaya dan diberi keselamatan.(Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page