Warga Ngelos Akibat Trafo Tak Dikembalikan, DPMD Sampang Soroti Peran PLN

Avatar of Redaksi
ngelos
Yudhi kepala DPMD Kabupaten Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, Kabarterdepan.com – Kasus penyambungan listrik liar atau ngelos yang terjadi secara massal di Desa Bajrasokah, Kecamatan Kedungdung, terus menuai sorotan.

Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) akhirnya memberikan tanggapan resmi dan menegaskan bahwa permasalahan tersebut bukan berasal dari program Listrik Desa (Lisdes), melainkan diduga kuat akibat kesalahan prosedural pihak PLN.

Trafo Dipindahkan, Warga Terpaksa Ngelos

Warga Desa Bajrasokah terpaksa menggunakan sambungan listrik darurat tanpa meteran selama bertahun-tahun setelah trafo utama yang menyuplai satu dusun dipindahkan pada 2023. Sejak itu, trafo tersebut tak pernah dikembalikan, membuat warga kehilangan sumber listrik resmi.

Mirisnya, warga mengaku memiliki dokumen kesepakatan tertulis dengan pihak PLN tertanggal 18 Juli 2023.

Dalam surat tersebut, PLN berjanji akan mengembalikan trafo dalam waktu dua minggu dan mengizinkan warga menggunakan sambungan sementara jika proses pemasangan terlambat.

Namun hingga kini, janji itu tidak pernah ditepati. Akibatnya, warga hidup dalam kondisi serba darurat dan banyak alat elektronik rusak akibat ketidakstabilan listrik.

DPMD Tegaskan Lisdes Sudah Berhenti Sejak Lama

WhatsApp Image 2025 12 03 at 2.42.36 PM 1
Kantor DPMD Kabupaten Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Sekretaris DPMD Sampang, Benny Indra Permana, menegaskan bahwa apa yang dialami warga Bajrasokah sama sekali tidak terkait dengan program Lisdes. Menurutnya, program Lisdes yang dahulu menggunakan anggaran APBD sudah dihentikan sejak lama.

“Lisdes itu sudah lama berhenti. Jadi kemungkinan kondisi di Desa Bajrasokah sepenuhnya tanggung jawab PLN,” ujar Benny, Rabu (3/12/2025).

Benny mengaku kaget setelah menerima laporan bahwa warga Bajrasokah telah bertahun-tahun terpaksa ngelos dan mengalami kerusakan peralatan elektronik.

“Saya baru tahu warga sampai mengalami kerusakan barang elektronik karena terpaksa pakai sambungan darurat,” tambahnya.

Staf Bidang Ekonomi Teknologi Tepat Guna DPMD Sampang, Rido, memastikan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lapangan untuk memverifikasi kondisi jaringan listrik yang digunakan warga selama ini.

“Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan pihak PLN,” tegas Rido.

Langkah DPMD ini diharapkan dapat membuka jalan bagi penyelesaian permasalahan yang menimpa ratusan warga di Bajrasokah, sekaligus mendorong PLN untuk memberikan klarifikasi resmi terkait pemindahan trafo yang hingga kini menuai tanda tanya. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page