Warga IV Koto Pulau Punjung Resah, Kawanan Anjing Liar Ancam Keselamatan Anak hingga Ganggu Ibadah

Avatar of Redaksi
IMG 20250717 WA0006
Potret anjing liar yang membuat resah warga Nagari IV Koto Pulau Punjung. (Dicka / Kabarterdepan.com)

Dharmasraya, Kabarterdepan.com – Warga Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, dibuat resah oleh maraknya anjing liar yang berkeliaran di lingkungan permukiman dan pusat aktivitas warga, termasuk kawasan Pasar Pulau dan sekitar rumah ibadah.

Ancaman yang ditimbulkan tidak hanya pada aspek ketertiban umum, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa anak-anak dan kenyamanan beribadah masyarakat.

“Setiap hari anjing-anjing itu berkeliaran di depan rumah. Mereka berkelahi, kejar-kejaran sambil menggonggong keras. Anak-anak jadi takut bermain di luar rumah,” keluh seorang warga Rifdal, Rabu (16/7/2025).

Ia juga menyebut kawanan anjing liar kerap memasuki pekarangan masjid, menimbulkan kekhawatiran jemaah saat hendak beribadah.

“Kami takut anjing-anjing itu tiba-tiba menyerang. Sudah pernah juga mereka memangsa ternak warga, seperti ayam, kelinci, bahkan kucing,” imbuhnya.

Tak hanya mengancam keselamatan warga, anjing-anjing tersebut juga membahayakan pengguna jalan.

Mereka sering melintasi jalan lintas Pulau Punjung yang ramai, berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Kalau dibiarkan terus, bukan tidak mungkin akan ada korban, entah karena gigitan atau kecelakaan lalu lintas,” tegas nya.

Persoalan ini sudah dilaporkan ke pemerintah nagari. Warga berharap tidak ada pembiaran terhadap masalah ini, mengingat risiko penularan penyakit rabies yang bisa berujung pada kematian jika tidak ditangani secara medis.

Pemerintah Nagari mengaku sudah menyusun rencana koordinasi, meski hingga kini belum mengirim surat resmi kepada dinas terkait.

“Kita sedang siapkan langkah koordinasi, tetapi surat resmi memang belum kita layangkan ke dinas,” ujar Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Warga juga mendesak Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan OPD terkait seperti Dinas Peternakan dan Kesehatan untuk segera turun tangan menangani persoalan ini. (Dicka)

Responsive Images

You cannot copy content of this page