Warga Dusun Thekelan Rayakan Natal dengan Harmoni Antaragama

Avatar of Redaksi
VideoCapture 20241226 084514 1
Potret warga Dusun Thekelan saat berbondong-bondong menuju Gereja Pantekosta (@nurfaikn)

Semarang, Kabarterdepan.com – Ratusan warga Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berbondong-bondong memenuhi jalan utama dusun hingga jalur menuju Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) El Shaddai, Rabu (25/12/2024).

Kehadiran mereka untuk menyambut prosesi perayaan Natal, menandakan eratnya persaudaraan di antara komunitas setempat.

Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dan lanjut usia tampak antusias. Mereka bercengkerama sambil menunggu prosesi ibadah Natal selesai. Setelah ibadah usai, pemuka agama Islam, Buddha, dan tokoh masyarakat setempat turut hadir memberikan ucapan selamat kepada umat Kristiani yang merayakan Natal.

Di sepanjang jalan menuju gereja, warga berdiri berjajar menyambut jemaat gereja dengan penuh suka cita. Tak sedikit yang terharu hingga menitikkan air mata, termasuk Juni Suyanti (30). Ia mengungkapkan bahwa momen ini sangat mengharukan karena semua warga, tanpa memandang agama, memberikan ucapan selamat secara bersama-sama.

“Kami dipersatukan di dalam lingkungan yang harmonis, penuh kedamaian dan bisa saling menghormati walaupun berbeda keyakinan,” ujar Juni.

Ia menambahkan, kebersamaan seperti ini terjadi tidak hanya saat Natal, tetapi juga pada Hari Raya Idul Fitri dan Waisak, mencerminkan toleransi yang telah menjadi tradisi turun-temurun di Dusun Thekelan.

Kepala Dusun Thekelan, Agus Supriyo, menjelaskan bahwa tradisi saling memberikan ucapan selamat saat hari raya keagamaan telah berlangsung sejak zaman nenek moyang. Sejak tahun 2000-an, tradisi ini bahkan berkembang menjadi momen saling memaafkan antarwarga.

Dengan populasi sekitar 720 jiwa dari 220 kepala keluarga, warga Dusun Thekelan yang beragam agama Kristen, Islam, Buddha, dan Katolik hidup berdampingan dalam harmoni. Tradisi saling mendukung dan membantu dalam persiapan hari raya agama masing-masing menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.

“Jadi kami yang umat Islam dan Semua umat Buddha berbaris dijalan dusun hingga jalan utama menuju gereja untuk memberikan ucapan selamat kepada umat Kristen maupun umat Katolik,” jelas Agus Supriyo.

Pemandangan seperti ini bisa disaksikan saat perayaan Idul Fitri di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq atau Waisak di Vihara Buddha Bhumikka. Semua warga tanpa terkecuali terlibat untuk memberikan dukungan dan ucapan selamat.

Suasana penuh kebersamaan dan kedamaian ini merupakan hasil dari kearifan lokal yang terus dijaga karena memperkuat kerukunan dan menjaga perdamaian di Dusun Thekelan. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page