Warga di Pulau Mandangin Sampang Resah, Ramadan menjadi Gelap karena Listrik Sering Padam

Avatar of Ahmad
Video tiktok kondisi Pulau Mnadangin yang diupload oleh akun @kakdonimandangin (istimewa)
Video tiktok kondisi Pulau Mnadangin yang diupload oleh akun @kakdonimandangin (istimewa)

Sampang, kabarterdepan.com – Sebuah video viral di TikTok dari akun @kakdonimandangin kembali menyita perhatian publik. Warga Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura, mengeluhkan pemadaman listrik bergantian yang makin parah jelang Ramadan 2026 akibat mesin PLN rusak.

Kondisi gelap gulita ini disebut sudah menjadi masalah tahunan yang selalu muncul setiap mendekati bulan suci.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, pemilik akun @kakdonimandangin yang akrab disapa Doni menyampaikan keluhannya.

“Setiap mendekati bulan Ramadan, selalu saja lampu padam. Kami berharap perbaikan dilakukan secepat mungkin,” ujar Doni dalam video yang kini beredar luas di platform TikTok.

Tak ingin hanya bersandar pada video viral, tim kabarterdepan.com langsung bergerak cepat. Melalui pesan direct message (DM) ke akun @kakdonimandangin, kami berhasil menghubungi Doni. Hanya dalam waktu singkat, Doni bersedia diwawancarai langsung melalui panggilan WhatsApp.

Keluh Kesah Warga Pulau Mandangin

Berlokasi di Mandangin Timur, Doni mengaku sangat geram dengan kondisi listrik yang tak kunjung normal. Menurutnya, ada janji pengiriman mesin baru sebelum Ramadan yang ternyata tidak terealisasi.

“Sebelumnya di salah satu akun TikTok sudah disampaikan akan ada pengiriman mesin sebelum bulan Ramadan. Tapi realitanya sampai sekarang mesin tak kunjung diselesaikan,” ungkap Doni saat dikonfirmasi kabarterdepan.com, Rabu (25/2/2026) malam.

Doni menambahkan, situasi di Pulau Mandangin saat ini cukup miris. Bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momen sakral bagi masyarakat untuk beribadah dengan khusyuk sekaligus meraup rejeki tambahan justru terganggu parah oleh pemadaman listrik bergantian.

“Seharusnya di bulan Ramadan ini kami bisa tenang beribadah dan mencari tambahan rejeki. Tapi malah terhalang terus oleh gangguan mesin PLN ini,” keluhnya.

Kondisi kiriman salah satu masyarakat mandangin yang mengeluhkan listrik mati (istimewa)
Kondisi kiriman salah satu masyarakat Pulau Mandangin yang mengeluhkan listrik mati (istimewa)

Untuk melengkapi laporan, tim kabarterdepan.com juga mengkonfirmasi langsung kepada warga Mandangin Barat melalui panggilan whatsapp. Sahel. Keluhan Sahel tak jauh berbeda. Bahkan, pemadaman sering kali tidak sesuai jadwal yang diumumkan.

“Kadang matinya tidak sesuai dengan apa yang disampaikan. Harusnya mati jam 5 ini, kadang mati jam 3.30. Jadi kita mau masak nasi pakai magiccom juga tak sempat,” cerita Sahel.

Pemadaman Listrik Bergiliran

Menurut Sahel, pemadaman listrik di Pulau Mandangin berlangsung secara bergiliran dan sangat tidak menentu. Warga akhirnya mengandalkan pengumuman dari siaran masjid untuk mengetahui jadwal padam.

“Matinya bergiliran dan tidak menentu, jadi kita taunya dari siaran masjid. Makanya yang nyiarkan di masjid benar-benar harus teliti. Jadi tidak salah menginformasikan. Ketika jam 3.30 ya kita pastikan jam 3.30, kami berharap segera dapat diperbaiki. Ini momen yang kita tunggu-tunggu. Semoga ini mendapat perhatian khusus dari pemerintahan daerah, PLN maupun pusat.” ucap Sahel.

Hingga berita ini diterbitkan, kabarterdepan.com belum berhasil mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak PLN terkait kerusakan mesin pembangkit di Pulau Mandangin.

Permasalahan listrik di pulau yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Sampang ini memang kerap berulang setiap tahun, terutama memasuki musim Rajab hingga Ramadan.

Warga berharap pemerintah daerah Kabupaten Sampang, PLN ULP Sampang, hingga pemerintah pusat segera turun tangan memberikan solusi permanen agar Pulau Mandangin tidak lagi “gelap gulita” setiap menjelang bulan suci. (Fais)

Responsive Images

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page