
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Hujan yang turun hampir tanpa jeda sejak akhir pekan lalu menyisakan persoalan baru bagi warga Dusun Bringin Kulon, Desa Bringinbendo, Kabupaten Sidoarjo.
Luapan sungai akibat tingginya curah hujan membuat Jalan Bringin Indah 1 tergenang air hingga beberapa hari, memaksa akses jalan ditutup dan aktivitas ekonomi lumpuh.
Genangan air hingga puluhan sentimeter menutup sebagian badan jalan, terutama di titik yang terdapat sejumlah tempat usaha. Kondisi tersebut paling dirasakan pelaku usaha kuliner yang mengandalkan kedatangan pelanggan secara langsung.
Dampak Bagi Pelaku Usaha
Pantauan di lokasi, Rabu (18/2/2026) sore, air masih menggenangi ruas jalan di depan satu rumah makan Padang dan dua bengkel mobil. Meski bengkel masih bisa beroperasi terbatas, rumah makan tampak sepi pengunjung karena calon pembeli enggan berjalan melewati air yang becek dan kotor.
Indah (35), salah satu warga yang biasa membeli makanan di lokasi tersebut, mengaku prihatin dengan kondisi pedagang yang kehilangan banyak pelanggan sejak banjir merendam jalan.
“Biasanya rumah makan itu ramai, sekarang jauh berkurang. Orang-orang malas datang karena harus melewati genangan air. Saya sendiri juga berpikir dua kali kalau harus becek dulu untuk beli makan,” katanya.
Ia menilai usaha kuliner menjadi sektor paling terdampak karena berbeda dengan bengkel mobil yang pelanggan datang menggunakan kendaraan.
“Kalau bengkel masih bisa jalan karena pelanggannya datang naik mobil, jadi tidak terlalu terasa. Tapi usaha makanan jelas terpukul. Harapannya ada penanganan serius supaya tidak terus terulang,” tambahnya.
Akses Jalan Ditutup
Selain menghambat usaha, genangan juga membuat warga sekitar menutup akses Jalan Bringin Indah 1. Penutupan dilakukan untuk mencegah gelombang air dari kendaraan yang melintas masuk ke dalam rumah.
Menurut warga, banjir kali ini dipicu oleh luapan sungai yang tak mampu menampung debit air hujan selama beberapa hari terakhir. Drainase yang kurang optimal memperparah kondisi sehingga air bertahan lebih lama di badan jalan.
Respon Dinas PUBMSDA Sidoarjo
Kepala Dinas PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, M. Makhmud, menyatakan pihaknya telah menurunkan pompa portable untuk mempercepat penyedotan air di lokasi terdampak.
“Kami sudah mengoperasikan pompa portable di titik genangan dan memaksimalkan penyedotan agar air segera surut. Kami terus memantau perkembangan di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Meski demikian, para pelaku usaha berharap penanganan tidak berhenti pada solusi sementara.
“Mereka meminta adanya langkah jangka panjang seperti normalisasi sungai dan pembenahan sistem drainase agar banjir yang menjadi langganan setiap musim hujan tidak kembali merugikan warga,” tambahnya.
Bagi mereka, genangan air bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan usaha dan roda perekonomian di lingkungan sekitar. (Azies)
Editor: Ahmad
