
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Kejahatan beraroma hipnotis masih menghantui wilayah hukum Sidoarjo. Nyatanya, belakangan warga Blitar, Arif Rahman telah menajdi korban praktik penggabungan hipnotis dengan ilmu gaib, yang disebut gendam, oleh pelaku di Sidoarjo.
Arif kehilangan motornya, setelah menajdi praktik kejahatan tersebut. Peristiw itu terjadi di Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Rabu malam (15/1/2025).
Padahal, saat itu dirinya sedang perjalanan pulang kampung halaman (mudik) ke Blitar. Tapi harus terpaksa melanjutkan perjalanan dengan menumpang angkutan umum, bus.
“Kejadiannya sekitar jam 9 malam,” kata Arif, saat dikonfirmasi, Jumat (17/1/2025). Pria usia 28 tahun itu juga sempat menceritakan praktik gendam yang dialaminya. Seingat yang telah dialaminya.
Kala itu, dia melakukan perjalanan sendirian, padahal biasanya bersama istrinya. Tapi, setiba di sekitaran wilayah Lumpur Lapindo, pundaknya ditepuk salah seorang pelaku. Ditepuk dengan keras.
“Ada dua orang. Tapi setelah kejadian itu (ditepuk pundaknya, Red) saya tak mengingat apa-apa, tahu-tahu sudah di pinggir jalan,” terangnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, dua pelaku berboncengan dan sama-sama mengenakan helm. Dalam peristiwa tersebut, banyak barang berharga miliknya dibawa kabur pelaku.
Selain sepeda motor jenis Honda Beat, warna Hitam, nomor polisi (nopol) AG 2522 PC, beserta STNK, kedua pelaku juga membawa lari dompet korban beserta isi, di antaranya KTP, tiga kartu ATM, dan uang senilai Rp 700 ribu. “Hanya tas berisi pakaian dan helm saya saja,” kata Arif.
Dalam keadaan shock dan trauma, dirinya memutuskan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus. Sementara, Kapolsek Porong Kompol Hery Setyo Susanto menyampaikan, bahwa pihaknya belum menerima laporan dari korban. Namun, kejadian tersebut akan tetapi ditindaklanjuti.
“Belum ada, masih kita koordinasikan,” pungkasnya. (*)
