
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Tradisi megengan yang digelar oleh masyarakat menandakan bahwa bulan Ramadan akan segera tiba. Di kalangan masyarakat Muslim Jawa, acara megengan biasanya dilakukan dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti doa bersama, berziarah ke makam leluhur, dan mengadakan tasyakuran.
Namun, ada yang unik di Mojokerto, di mana tradisi megengan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Muslim di kampung-kampung, tetapi juga oleh 963 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Di dalam Lapas, para warga binaan bersama dengan petugas Lapas melaksanakan doa bersama yang dilanjutkan dengan makan bersama setelah doa selesai. Kegiatan ini, menurut Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, merupakan cara mereka menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh kebersamaan.
“Ini merupakan momen menyongsong bulan suci Ramadan, doa bersama makan bersama atau istilahnya megengan,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan, Kamis (27/2/2025).
Rudi juga menjelaskan bahwa tradisi megengan di Lapas ini memiliki makna yang dalam, yaitu sebagai bentuk aktualisasi dari kepedulian terhadap sesama, baik antar sesama warga binaan maupun dengan petugas Lapas. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat rasa kebersamaan di antara mereka.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengajarkan pentingnya pluralitas agama, di mana dalam kebersamaan ini tercipta suasana yang harmonis meski ada perbedaan agama.
Setelah acara megengan berlangsung, kegiatan tersebut juga diikuti dengan penyampaian pesan moral yang ditujukan untuk para warga binaan.
Pesan moral ini berisi harapan agar mereka dapat menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan dengan penuh keikhlasan, serta dapat memanfaatkan momen Ramadan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Rudi berharap agar tradisi megengan ini dapat memberikan dampak positif bagi para warga binaan dalam menyambut bulan suci Ramadan dan menghadapinya dengan semangat perbaikan diri.
“Kita berharap para warga binaan dapat menjalani puasa Ramadan dan menyambut Ramadan dengan penuh keikhlasan dan introspeksi diri,” tandasnya. (Tantri*)
