Wali Kota Yogyakarta Sindir Warga Muhammadiyah Tak Patuh Fatwa Rokok Haram

Avatar of Redaksi
IMG 20250820 WA0146
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyambut baik terhadap Fatwa PP Muhammadiyah perihal fatwa haram merokok dalam Program Praja Kota Yunior (Jatayu).

Hal tersebut nantinya akan diberlakukan di sejumlah sekolah Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan bekerja sama dengan Satpol PP Kota Yogyakarta dan TNI AU.

Fatwa tersebut menurut Hasto dapat memberikan kebermanfaatan secara spesifik bagi masyarakat jika dilakukan dengan sungguh-sungguh yang dilakukan melalui kolaborasi antar lembaga.

Dalam pertemuannya dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Satpol PP Kota Yogyakarta, dan TNI-AU, Hasto menantang agar program pendidikan karakter tersebut bisa menghasilkan langkah konkret.

“Jadi saya kasih Tugas, ayo cari indikator yang spesifik dan deskriptif, anda mau mengubah perilaku akhlakul karimah seperti apa, bagaimana mereka tertancap dalam diri mereka akan merokok, bisa nggak?,” katanya.

Hasto tidak mau program-program yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Yogyakarta hanya bersifat seremonial.

Hasto menyebut, perubahan di masyarakat tidak akan terwujud jika tujuan tidak dirumuskan secara pasti.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat menyampaikan pihaknya akan menindaklanjuti saran yang telah disampaikan Hasto terkait larangan merokok dalam program Jatayu.

“Tadi juga ada titipan Pak Wali Kota yang akan kita tekankan lagi terkait adanya fatwa (haram) Muhammadiyah soal rokok, jadi tidak boleh merokok,” katanya.

Dalam langkah koordinasi yang dilakukan, Octo menekankan para siswa yang ikut dalam program Jatayu untuk bisa memberikan inspirasi baik ketika di rumah maupun saat di lingkungan sekitar.

“Kemudian pengolahan dan pemilahan sampah yang ini kita dikerjasamakan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan PDM. Kemudian terkait ketahanan pangan penanaman pisang Cavendish di Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan,” katanya.

Octo ingin ke depan program menghasilkan output yang konkret untuk membantu berbagai program Pemerintah Kota Yogyakarta terkait moral hingga lingkungan.

3 sekolah akan menjadi sasaran, diantaranya SD Muhammadiyah Purwodiningratan, SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 5 yang ada di dalam naungan Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Yogyakarta Akhid Widi Rahmanto menyampaikan pihaknya sejalan dengan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

Hasto disebutnya sempat menyinggung masih banyaknya dari kalangan warga Muhammadiyah yang masih merokok.

“Rokok haram sudah lama dikeluarkan fatwanya dari PP Muhammadiyah. Tadi Pak Wali juga menyampaikan memang kenyataanya belum semua orang Muhammadiyah paham,” katanya.

Program pendidikan karakter dari Satpol PP dan TNI AU melalui Jatayu ke depan diharapkan dapat memperkuat Fatwa Haram PP Muhammadiyah terkait merokok.

“Nah ini barangkali menjadi salah satu wahana para siswa mengapa mereka tidak hanya berhenti merokok, tapi tahu alasannya mengapa tidak merokok,” katanya.

Program Jatayu disebutnya dapat memperkuat nilai-nilai moral yang ditanamkan oleh lembaga pendidikan di Muhammadiyah. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page