
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto konsisten menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui penguatan peran koperasi. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus mendorong optimalisasi kinerja Koperasi Kawasan Masyarakat Produktif (KKMP) di seluruh wilayahnya agar semakin mandiri dan memiliki daya saing tinggi.
Komitmen ini ditegaskan Wali Kota saat melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke Koperasi Kawasan Masyarakat Produktif Blooto pada Jumat (31/10).
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya intensif Ning Ita—sapaan akrab Wali Kota—dalam memantau dan memotivasi pertumbuhan Koperasi Kawasan Masyarakat Produktif di setiap kelurahan.
Anggota Sedikit, Pelayanan KKMP Harus Maksimal
Dalam kunjungannya ke Koperasi Kawasan Masyarakat Produktif Blooto, Ning Ita memberikan suntikan semangat kepada para pengurus yang dihadapkan pada tantangan jumlah anggota yang masih terbatas. Ia menekankan bahwa kuantitas anggota bukanlah satu-satunya tolok ukur keberhasilan sebuah koperasi.
“Tidak masalah anggotanya cuma sedikit, tapi tetap bisa melayani ratusan kepala keluarga dan bisa terus bertambah,” ujar Ning Ita.
Menurutnya, komoditas sembako yang menjadi objek penjualan Koperasi Kawasan Masyarakat Produktif merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang tidak akan pernah sepi permintaan. Karena itu, kunci utama keberhasilan koperasi terletak pada strategi pengurus dalam memperluas pasar.
“Di Kelurahan Blooto banyak UMKM makanan dan minuman yang tentu juga membutuhkan bahan baku seperti beras, minyak, dan gula. Ini peluang besar bagi KKMP untuk menjalin kerja sama dan memperluas sasaran konsumen,” jelasnya.
Ning Ita menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Kawasan Masyarakat Produktif sangat ditentukan oleh kemauan dan keaktifan pengurus dalam menjalankan usaha.
Ia mencontohkan bahwa menjual sembako memiliki potensi keuntungan yang stabil dibandingkan produk lain seperti pakaian yang cepat berganti tren.
Selain itu, ia juga mendorong pengurus Koperasi Kawasan Masyarakat Produktif untuk memanfaatkan kemudahan teknologi digital dalam pemasaran.
“Sekarang semua serba mudah. Tidak perlu menunggu pembeli datang ke koperasi. Gunakan grup WhatsApp, telepon, media sosial. Pembeli cukup pesan dari rumah, barang bisa langsung dikirim. Itu harus dilakukan koperasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan bahwa KKMP juga bisa memperoleh keuntungan lebih besar melalui kerja sama dengan Bulog, karena koperasi mendapat harga bahan pokok yang jauh lebih murah.
Sebagai penutup, Ning Ita mengingatkan pentingnya sikap proaktif dan inovatif dalam menghadapi persaingan usaha.
“Seperti di Pasar Tanah Abang, meskipun pengunjung tidak selalu ramai, mereka tetap aktif promosi lewat media sosial. Hasilnya, tetap ada pembeli. Ini bisa ditiru oleh pengurus KKMP,” pesannya kepada para pengurus dan anggota KKMP Blooto di Aula Kelurahan Blooto.
Dengan pembinaan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Mojokerto, diharapkan KKMP dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus wadah pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga di setiap kelurahan. (*)
