
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com — Sebanyak 20 finalis ajang pemilihan Duta Wisata Gus Yuk Kota Mojokerto resmi memasuki masa pra karantina yang berlangsung sejak 6 Mei hingga 31 Mei 2025.
Dalam tahapan ini, para finalis tidak hanya dibekali pelatihan dan pembinaan, tetapi juga pengarahan langsung dari Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita.
Ning Ita menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai pendorong kemajuan daerah.
“Jumlah pemuda hanya seperlima dari total penduduk Kota Mojokerto, tapi jika mereka berdaya dan menjadi agen perubahan, dampaknya akan luar biasa,” ujar Ning Ita di hadapan para finalis, Rabu (21/5/2025).
Ia juga menekankan bahwa pembangunan kota tidak semata soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kekuatan sosial budaya.
“Gotong royong dan toleransi adalah fondasi yang harus terus dijaga, apalagi di tengah dinamika masyarakat perkotaan yang semakin kompleks dan beragam,” jelasnya.

Ning Ita mengajak para finalis memahami dan menghidupi visi pembangunan Mojokerto: kota maju, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan. Ia juga menjabarkan lima misi pembangunan yang terangkum dalam Panca Cita.
Ning Ita berharap para finalis mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mempromosikan daya saing Kota Mojokerto.
“Kalian harus menggali keunggulan daerah, baik ekonomi, budaya, maupun sosial, dan menjadikannya identitas yang membedakan Mojokerto dari kota lain,” pesannya.
Ajang pemilihan Gus Yuk tahun ini menyaring 20 finalis dari total 105 pendaftar. Mereka akan menjalani karantina penuh pada awal Juni 2025 sebelum ditetapkan sebagai duta wisata Kota Mojokerto tahun ini. (Riris*)
