Wali Kota Mojokerto Ajak Kader PKK Jadi Garda Terdepan Pembangunan Kelurahan

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 07 25 at 12.27.54 5878db3d
Potret Wali Kota Mojokerto dalam pertemuan dengan para kader PKK Kelurahan Prajurit Kulon di Black Cafe. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.comWali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita menyapa hangat para kader PKK Kelurahan Prajurit Kulon dalam sebuah pertemuan di Black Cafe, Jumat (25/7/2025).

Ning Ita menyampaikan berbagai pesan strategis terkait peran penting kader PKK sebagai ujung tombak pembangunan di tingkat akar rumput.

“Saya titip kepada seluruh kader PKK untuk menjadi kader-kader yang tangguh, tanggap, dan kreatif dalam menyikapi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, baik di tingkat RT maupun kelurahan,” ujarnya.

Ning Ita mengakui bahwa Pemerintah Kota Mojokerto memiliki keterbatasan dalam menjangkau semua lapisan masyarakat secara langsung. Karena itu, kader PKK diharapkan dapat menjadi jembatan antara warga dan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan yang ada di lingkungan masing-masing.

Ia menyoroti pentingnya pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, yang tidak hanya sejalan dengan kebijakan nasional tetapi juga menjadi kekuatan dalam mendukung program daerah. Salah satu langkah nyata yang tengah didorong adalah pendirian koperasi di tiap kelurahan.

“Di semua desa atau kelurahan itu harus ada satu koperasi yang disebut Koperasi Merah Putih. Ini yang akan menggerakkan ekonomi satu kelurahan atau satu desa. Potensi sumber daya lokal harus bisa dikelola dan diharmonisasikan oleh KMP (Koperasi Merah Putih),” tegasnya.

Dalam konteks kondisi ekonomi global yang tak menentu, Ning Ita juga menyinggung soal ketahanan pangan lokal. Di Kota Mojokerto, fokus utama terletak pada menjaga ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga.

“Ketahanan pangan di Kota Mojokerto lebih kepada bagaimana ketersediaan. Masyarakat tidak sampai kesulitan. Kalaupun ada harga tinggi atau inflasi, pedagang-pedagang kita beri subsidi ongkos kirim dari Pemkot. Kalau kulakan, ongkos kirimnya ditanggung Pemkot, jadi saat dijual eceran bisa lebih murah. Ini yang kita lakukan,” terangnya.

Ning Ita mendorong kader PKK untuk menjalin komunikasi yang aktif dan terbuka dengan pihak kelurahan, khususnya ketika menemukan persoalan di tengah masyarakat.

“Panjenengan sebagai kader PKK bisa langsung berinteraksi, berkomunikasi, dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Ini penting agar semua berjalan sinergis,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page