IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Waktu Terbaik Salat Tahajud, Apakah Harus Tidur Dulu?

WhatsApp Image 2024 03 25 at 9.22.42 AM
Ilustrasi salat (Freepik)

Nasional, Kabarterdepan.com – Setiap umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan salat tahajud. Salat tahajud merupakan merupakan shalat sunah malam yang didirikan setelah terbangun dari tidur.

Namun, ada sebagian orang yang tidak bisa terbangun untuk melaksanakan salat tahajud. Kemudian muncul pertanyaan, apakah salat tahajud harus didirikan setelah terbangun dari tidur tengah malam? Simak selengkapnya berikut ini.

Responsive Images

Keutamaan Shalat Tahajud

Terdapat banyak keutamaan yang diperoleh seseorang apabila melakukan salat tahajud.

Seperti Allah akan mengangkat derajatnya ke tempat yang terpuji kelak di akhirat, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 79:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Artinya: “Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra’: 79).

Apakah Salat Tahajud Harus Tidur Dulu?

Dijelaskan dalam kitab As-Syarhul Kabir karya Imam Ar-Rafi’i:

أَنَّ التَّهَجُّدَ يَقَعُ عَلَى الصَّلاَةِ بَعْدَ الْهُجُوْدِ وَهُوَ النَّوْمُ يُقَالُ تَهَجُّدٌ إِذَا تَرَكَ الْهُجُوْدَ اَمَّا الصَّلَاةُ قَبْلَ النَّوْمِ فَلاَ تُسَمَّى تَهَجُّدًا ​​​​

Artinya: “Bahwa shalat tahajud adalah shalat yang dilakukan setelah terbangun dari tidur. Sehingga tidak dikatakan salat tahajud, apabila seseorang melakukan shalat tersebut sebelum tidur.” (Ar-Rafi’i, As-Syarhul Kabir, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2015], juz II, halaman 124).

Dalil di atas menjelaskan bahwa yang dinamakan shalat tahajud adalah salat yang dilakukan di malam hari setelah terbangun dari tidur, sehingga bila orang melakukan shalat malam akan tetapi belum tidur dahulu, maka ia tidak dikatakan melakukan salat tahajud. (*)

Responsive Images

Tinggalkan komentar