Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Bakesbangpol Proaktif Lakukan Pembinaan Ormas

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni tegaskan Bakesbangpol untuk pro aktif terhadap Ormas. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni tegaskan Bakesbangpol untuk pro aktif terhadap Ormas. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Menyikapi isu ormas yang belakangan ini tengah hangat dibicarakan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Arif Fathoni meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, khususnya Bakesbangpol untuk melakukan pembinaan demi menjaga ketertiban dan keamanan.

Menurutnya sejatinya ormas dibentuk dengan tujuan baik sebagai wadah ataupun sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Oleh sebab itu agar tidak terjadi perselisihan, Bakesbangpol diminta pro aktif mengantisipasi adanya potensi gesekan dengan melakukan pembinaan.

“Ormas itu pada dasarnya dibentuk dengan tujuan baik, untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Yang tidak boleh adalah ketika ormas kesukuan bersifat primordial dan mengagungkan kelompoknya secara berlebihan,” ujar Arif Fathoni, Rabu (7/1/2026).

Lebih lanjut, walaupun negara menjamin kebebasan dalam berorganisasi, tetapi hal tersebut harus berpijak pada nilai Pancasila dan semangat kebangsaan.

Kota Surabaya sejak dulu dikenal sebagai kota dengan penuh keberagaman dan kearifan lokal. Oleh sebab itu penting sekali menjaga kerukunan dan keamanan dari gesekan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

DPRD Surabaya Soroti Ormas

Dirinya juga menyoroti kinerja dari Bakesbangpol yang dinilai terlalu pasif, dimana instansi tersebut hanya fokus pada administrasi saja, tanpa aktif menjalin komunikasi dengan ormas ormas demi menjaga keamanan lingkungan.

“Selama ini perannya cenderung pasif. Harusnya Bakesbangpol menjadi ruang temu antar ormas untuk membahas persoalan-persoalan aktual, sehingga potensi konflik bisa dicegah sejak dini,” tambahnya.

Tidak hanya Bakesbangpol saja, DPRD Surabaya juga menyoroti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya juga harus turut serta meningkatkan literasi masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita hoaks yang menyesatkan dan dapat memicu gesekan.

”Hoaks itu berbahaya. Cara paling efektif menangkalnya adalah membangun akal sehat kolektif masyarakat,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page