IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Wajib Tahu! Ini 5 Jenis APAR dan Penggunaannya untuk Penanganan Awal Kebakaran

Cuplikan layar 2024 01 13 101848
Ilustrasi kebakaran (Freepik)
Nasional, Kabarterdepan.com – Alat pemadam api ringan (APAR) sangat penting diketahui masyarakat dan diletakkan di ruang publik. Apa itu APAR dan apa saja jenisnya? Simak penjelasan selengkapnya berikut.
Berikut ini merupakan 5 jenis APAR beserta fungsi dan cara penggunaan yang perlu diketahui masyarakat.
Alat pemadam api ringan (APAR) sesuai dengan namanya, dapat digunakan untuk penanggulangan api atau kebakaran yang masih kecil.
APAR sangat cocok sebagai penanganan dini karena mudah dioperasikan seorang diri.
Selain itu, karena bentuknya yang portable dengan berat antara 0,5 kg hingga 16 kg, APAR mudah dibawa dan tepat digunakan untuk penanganan awal kebakaran.
Berdasarkan fungsinya sebagai penanganan awal, maka APAR harus diletakkan secara menggantung dengan ketinggian maksimal 1,2 m di tempat yang mudah dilihat dan dijangkau.
Dalam pemakaiannya, APAR digunakan secara manual dengan cara mengarahkan dan menyemprotkan dari titik terluar hingga ke titik terdalam terjadinya kebakaran.
Alat pemadam api ringan terdapat beberapa jenis yang disesuaikan dengan penggunaannya. Berikut ini merupakan 5 jenis APAR yang wajib diketahui.
– Jenis Air (Water)
APAR air/water berupa air bertekanan tinggi merupakan jenis alat pemadam api yang paling ekonomis.
APAR jenis ini sangat cocok digunakan untuk pemadaman kebakaran kelas A, yakni untuk memadamkan api di bahan padat non-logam. Di antaranya seperti plastik, kain, karet, dan lain-lain.
– Jenis Busa (Foam)
Alat pemadam api jenis busa bisa juga disebut dengan Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam).
Kandungan yang terdapat dalam alat pemadam api jenis ini berasal dari campuran bahan tepung aluminium sulfat dan natrium bikarbonat. Kedua bahan tersebut kemudian dilarutkan dalam air.
Larutan kedua bahan tersebut akan menghasilkan busa dengan volume mencapai 10 kali lipat.
Alat pemadam api jenis ini sangat efektif untuk pemadaman kebakaran kelas B.
Kebakaran kelas B yakni berasal dari bahan cair yang mudah terbakar seperti minyak, solvent, alkohol, dan sebagainya.
Selain untuk kebakaran kelas B, Foam AFFF juga bisa digunakan untuk memadamkan api kelas A.
Pemadaman api dengan menggunakan busa ini dapat mencegah oksigen yang menjadi unsur penting dalam terjadinya kebakaran, agar tidak ikut dalam reaksi rantai kimia.
– Jenis Tepung Kimia Kering (Dry Chemical Powder)
Alat pemadam api jenis kimia kering atau dry chemical powder berasal dari kombinasi dari dua bahan kimia yang dicampurkan.
Dua bahan kimia yang digunakan yakni Sodium Bikarbonat dan Natrium Bikarbonat, serta gas nitrogen sebagai pendorong.
Dry chemical powder merupakan jenis alat pemadam api yang serbaguna, sebab dapat memadamkan kebakaran hampir di semua kelas seperti A (non-logam), B (minyak), dan, C (listrik).
Selain dry chemical powder, ada pula alat pemadam api jenis metal-dry powder yang berasal dari campuran Sodium, Potasium, dan Barium Chloride.
Alat pemadam api jenis ini dapat digunakan untuk pemadaman kebakaran kelas D (logam) seperti Magnesium, Titanium, Zirconium, dan sebagainya.
– Jenis Halon
Alat pemadam api jenis gas Halon umumnya terdiri dari beberapa unsur kimia seperti chlorine, fluorine, bromine, dan iodine.
APAR jenis ini cocok digunakan untuk pemadaman api kelas B dan C, yakni kebakaran oleh cairan yang mudah terbakar dan peralatan listrik bertegangan.
– Jenis CO2
APAR dengan jenis CO2 ini efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B (minyak) dan C (listrik).
Alat pemadam api jenis ini cocok untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di dalam ruangan (indoor).
Demikian informasi seputar alat pemadam api ringan (APAR) beserta jenis dan penggunaannya. (*)
Responsive Images

Tinggalkan komentar