Wabup Mojokerto Tinjau Bencana Banjir, Fokus Perhatikan Kesehatan Warga Terdampak

Avatar of Lintang
IMG 20250225 WA0048
Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian melakukan peninjauan bencana banjir sekaligus menyalurkan bantuan. (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian melakukan peninjauan bencana banjir di Desa Talunblandong dan Desa Banyulegi Kecamatan Dawarblandong, Selasa (25/2/2025) pagi.

Pada peninjauan tersebut Wakil Bupati menekankan agar pihak terkait seperti pemerintah pada tingkat desa dan kecamatan, agar sigap dalam mengantisipasi dampak kesehatan yang mungkin terjadi.

Wabup Mojokerto Rizal juga mengarahkan agar dalam penanggulangan dampak kesehatan itu, pihak-pihak di atas juga turut menggandeng Puskesmas setempat agar lebih optimal.

“Saya sarankan harus gandeng Puskesmas juga, karena ini mungkin akan berdampak (secara kesehatan), kalau dalam kesehatan itu cenderung lebih bagus mencegah daripada mengobati di masa depan, jadi untuk kedua desa harus sigap,” jelas Rizal.

Wabup Mojokerto yang bergelar dokter ini juga mengimbau, agar kedepannya para warga yang bermukim di kawasan rentan bencana banjir ini mendapatkan pelatihan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana serupa.

“Untuk kedua desa harus sigap, mungkin kedepannya para penduduk juga harus diberikan pelatihan agar apabila terjadi seperti ini bisa meminimalkan dampak dari bencana ini,” imbuhnya.

IMG 20250225 WA0062

Diketahui, bencana banjir ini menimpa beberapa kawasan di Kecamatan Dawarblandong yaitu Dusun Sepat dan Dusun Talunbrak Desa Talunblandong, Dusun Klanting Desa Pulorejo, dan Dusun Ngarus Desa Banyulegi.

Untuk menyikapi bencana banjir ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyalurkan sejumlah bantuan awal untuk warga terdampak.

Melalui laporannya, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yo’ie Afrida Soestyodjati membeberkan terkait bantuan apa saja yang diserahkan.

“Nanti kita kasih bantuan sembako, sembakonya nanti ada beras, gula, minyak, mie dan sarden, kemudian ada alat kebersihan, dan perlengkapan bayi khusus warga yang memiliki balita,” beber Yo’ie. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page