Viral Video Warga Marahi Suami yang Santai Meski Istri-Anak Meninggal Korban Banjir di Sukabumi

Avatar of Redaksi
IMG 20250308 WA0013
Suami korban (kanan) banjir bandang di Sukabumi. (Tangkapan layar di vidio Facebook akun @jacklyn) 

Sukabumi, Kabarterdepan.com – Sebuah Vidio berdurasi 52 detik di unggah media Facebook akun @jacklyn pada Jumat (7/3/2025) yang memperlihatkan seorang pria berbaju koko warna hitam dengan rambut diikat dimarahi pria Berkalung rantai dan warga lainnya. Ada tulisan dalam video tersebut “tak habis pikir terbuat dari apa hatinya”.

Usut punya usut bahwa pria yang dimarahi bernama Aang, suami dari ibu dan anak yang menjadi meninggal dunia karena korban banjir bandang di Palabuhanratu Sukabumi. Jasad ibu-anak itu ditemukan oleh Tim SAR Jumat (7/3/2025) Sekitar Pukul 13.30 WIB.

Diketahui Ibu-anak, Santi (40) dan Nurul (3) menjadi korban banjir bandang di Kontrakannya yang berlokasi di kampung Gumelar Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu.

Tetangga geram terhadap suami korban yang tidak memperlihatkan raut kesedihan melihat anak istrinya di temukan tewas oleh tim SAR..

Yang menambah tetangga geram, suami korban malah berjualan di pasar walaupun mengetahui anak istrinya hanyut di terjang banjir bandang.

Bahkan menurut warga lainnya sempat menyampaikan kepada Aang bahwa anak istrinya jadi korban banjir, dia menjawab bahwa anak dan istrinya sudah pulang ke kampungnya ke cikakak.

“Sia salakinya hah, g*blog gelo a*jing, sia gelo a*jing bih. (kamu suaminya ya, G*blog gila a*jing, kamu gila a*jing bih),” kata pria bekalung dengan nada penuh kesal kepada Aang.

Komo Abdi suamina (apalagi saya suaminya)” jawab Aang dengan nada santai

Ditanya ku RT RW ku Lurah nyantai aja jawabnya (ditanya sama RT RW sama lurah santai aja jawabnya),” Kata tetangga lain pake baju merah pake peci coklat dengan nada jengkel masih kepada Aang.

Anak Pamajikan sia teh jelema lain sato lain, aing pang teu ngenahkeun, aing tatanga na. Amun dewek dulur pamajikan sia, di Beulah Hulu sia kua aing(Anak istri kamu itu manusia bukan hewan, saya ikut gak enak, saya tetangganya. Kalau saya sodara istri anda, saya belah kepala anda,” kata pria bekalung dengan nada makin memuncak.

Diketahui, korban ibu-anak sudah dimakamkan di kampung halaman Kampung Ciganas Desa Sirnarasa Kecamatan Cikakak. (M Idris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page