
Internasional, Kabarterdepan.com – Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong mendirikan tenda dari kardus di pinggir trotoar saat hari libur viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @julie_snbl, Kamis (3/7/2025) dan menuai banyak tanggapan dari warganet.
Dalam video itu, tampak para TKW memanfaatkan sudut trotoar untuk berkumpul, bersantai, dan berinteraksi dengan sesama pekerja migran.
Tenda-tenda sederhana yang mereka dirikan dari kardus menjadi tempat istirahat sementara di tengah padatnya kota.
Melalui narasi dalam videonya, @julie_snbl menyindir pihak-pihak yang mencibir para TKW karena dianggap merusak pemandangan atau berpenampilan seperti gelandangan.
“Iya, kami gembel. Gembel yang diekspor untuk membawa miliaran rupiah sebagai pemasukan devisa negara. Gembel yang tak bisa kerja di negeri sendiri bahkan dengan gaji layak untuk makan sehat 3x sehari,” tulisnya.
Ia juga menyinggung soal keterbatasan hak tinggal para pekerja migran di Hongkong.
“Gembel bagi negeri tujuan pekerja tapi tak mau memberi hak untuk tinggal di rumah kos. Salah siapa kami kelihatan gembel?” lanjutnya.
Fenomena ini pun memantik beragam reaksi dari warganet di kolom komentar. Banyak yang memberi pembelaan dan menjelaskan kondisi sebenarnya.
Seorang pengguna TikTok dengan nama akun @H A J E E menulis, “Aku punya temen yg kerja di HK, temenku bilang alasan mereka ngemper disitu karena bukan gak sanggup sewa hotel, tapi karena mereka itu dalam sebulan bisa 4–8 hari off day. Jadi sayang banget kalau uangnya buat sewa hotel, belum lagi jajan dan makan selama libur.”
Komentar lain datang dari akun @1nDru$, yang membandingkan situasi di Hongkong dengan Taiwan.
“Kalau di Taiwan bikin kayak gini langsung kena denda. Polisi sering banget patroli. Taiwan nyaman, bersih, banyak tempat nongkrong,” tulisnya.
Sementara itu, akun @Nurultri menambahkan, “Jangan bandingkan Taiwan sama Hongkong. Di HK liburnya setiap minggu, tanggal merah juga libur. Sewa hotel mahal. Kalau setiap libur sewa hotel, apa bisa punya tabungan? Kalau Taiwan libur sebulan sekali dan hotelnya nggak semahal di HK.”
Dari informasi yang dihimpun, fenomena TKW “mengemper” di tempat umum saat hari libur ini bukan hal baru di Hongkong.
Hal itu terjadi karena aturan yang tidak memperbolehkan mereka tinggal di rumah majikan selama libur, demi menghindari anggapan masih dalam jam kerja.
Akibatnya, banyak dari mereka memilih berkumpul di ruang publik yang terbuka demi menghemat biaya. (Riris*)
