
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta menanggapi terkait viralnya Tepuk Sakinah yang populer di media sosial Tiktok.
Fenomena tersebut diketahui muncul dari Kantor Urusan Agama (KUA) Menteng, Jakarta Pusat yang memperlihatkan sejumlah pegawai melakukan yel-yel untuk mengedukasi para pasangan yang menghadapi pernikahan.
Kepala Kantor Kemenag Yogyakarta Ahmad Shidqi menyampaikan pihaknya belum mengetahui terkait fenomena tersebut. Disebutnya, setiap kantor memiliki Terms of References (TOR) dalam melakukan fasilitasi.
“Ini mungkin bagian dari inovasi memberikan ketahanan keluarga seperti apa. Ya masing-masing punya melalui mentor atau fasilitator,” katanya saat ditemui di Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Diskominfo San) Kota Yogyakarta, Rabu (24/9/2025).
Ia menyampaikan inti dari bimbingan pra nikah adalah bagaimana pasangan bisa mampu memahami materi dan menerapkan cara bagaimana mempertahankan hubungan baik sebelum atau sesudah berkeluarga.
Ia menyampaikan bahwa fasilitasi kepada para pasangan bisa dilakukan dengan berbagai hal, seperti Forum Group Discussion (FGD) atau pembelajaran dari materi yang disampaikan.
“Bimbingan kita lakukan sejak sejak usia dini, sejak sekolah. Kita punya program untuk memberikan edukasi siswa-siswi terkait bahaya pernikahan dini, kemudian efek dari pernikahan dini seperti apa, edukasi seperti apa,” katanya
“Kita juga melakukan bimbingan perkawinan bagi Catin (Calon Pengantin) yang sudah mendaftar di Kementerian Agama dan Pengadilan Agama sebelum hari-H,” katanya.
Edukasi Lewat Tepuk Sakinah
Pasangan Catin disebutnya akan diberikan edukasi terkait persiapan menghadapi pernikahan yang penuh dengan dinamika untuk mewujudkan keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah, termasuk dari sisi psikologi keluarga.
Ia menyampaikan program tersebut diberi nama Pusaka Sakinah.
“Lewat program ini, kami juga memberikan pembinaan pernikahan kepada para pasangan yang sudah menikah, mulai 5 sampai 15 tahun, bagaimana supaya mempertahankan keharmonisan keluarga,” ujarnya. (Hadid Husaini)
