
Jakarta, Kabarterdepan.com – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sekelompok siswa SMP memprotes pemasangan guiding block atau jalur pemandu tunanetra di Taman Danau Dampelas, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Jalur tersebut dinilai berbahaya karena mengarah langsung ke tepi sungai tanpa pengaman atau pagar pembatas.
Dalam video yang diunggah akun X @idhighlight, Sabtu (3/5/2025), para siswa berseragam pramuka tampak menunjukkan jalur tersebut yang justru bisa membahayakan pengguna difabel.
“Jatuh nih, mohon kementerian arsitektur ini dikasih penyangga,” ujar salah satu siswa.
“Minimal kalau males, kasih tanda biar orang buta ngerti. Lihat tuh, itu sungai ada arusnya. Orang jatuh ke sana bisa meninggal,” timpal siswa lain.
Video tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet yang menyoroti kelalaian dalam perencanaan fasilitas publik.
Akun @KheyL4_8 menulis, “Jalur khusus tunanetra seharusnya dirancang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan secara menyeluruh. Fakta bahwa guiding block mengarah langsung ke tepi sungai tanpa pembatas sangat membahayakan dan tidak sesuai standar keselamatan serta prinsip inklusivitas.”
Senada, akun @innanasummers menyoroti pentingnya pelibatan langsung penyandang disabilitas dalam proses perencanaan.
“Seharusnya pemasangan guiding block dilakukan berdasarkan arahan dan masukan dari penyandang disabilitas. Pertanyaannya, seberapa sering pelibatan langsung user dalam hal ini dilakukan? Jarang bahkan tidak pernah,” tulisnya.
Setelah ramai menuai kritik di dunia maya, jalur guiding block yang bermasalah tersebut kini telah dibongkar oleh pihak terkait. (Riris*)
