
(@panggil_putriiii / Kabarterdepan.com)
Lampung, Kabarterdepan.com – Dua mahasiswi dari Universitas Bandar Lampung (UBL) baru-baru ini viral dan membuat heboh media sosial. Pasalnya, mereka terlihat mengeluarkan komentar negatif mengenai kampus Darmajaya Bandar Lampung saat berada di ATM kampus tersebut, Senin, (25/11/2024).
Dalam video yang beredar, kedua mahasiswi tersebut tampak menyebutkan bahwa petugas keamanan di kampus Darmajaya tidak menarik. Mereka juga mengomentari kondisi lantai di salah satu gedung di kampus tersebut dengan menyebutnya buruk.
Selain itu, mereka menilai kendaraan yang digunakan mahasiswa dan dosen di Darmajaya tampak jelek.
Video tersebut, yang diambil dari akun TikTok @hii.aymnda dan juga dibagikan oleh akun lain seperti @milala19_, menarik perhatian banyak netizen dan menuai berbagai tanggapan.
“Satpam di sini jelek-jelek, kali UBL cakep-cakep,” ujarnya sambil tertawa dan menambahkan komentar tentang fasilitas kampus Darmajaya, termasuk kendaraan yang digunakan.
Rekaman video ini pun langsung mendapat reaksi luas di media sosial. Beberapa netizen, termasuk alumni Darmajaya, merasa tersinggung dengan komentar dua mahasiswi tersebut.
Akibat ramainya kecaman yang ditujukan kepada kedua mahasiswi ini, salah satu dari mereka, yang bernama Dita Putri Naisari, akhirnya membuat klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.
Melalui akun Instagram pribadinya yang diketahui bernama @alodin, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika kampus Darmajaya, termasuk dosen, mahasiswa, dan pihak kampus yang merasa tersinggung dengan ucapannya.

Dita menyadari bahwa perkataannya dinilai kurang beretika dan telah menimbulkan kegaduhan di media sosial. Dalam permintaan maafnya, ia mengakui bahwa tindakan yang dilakukan tidak seharusnya terjadi dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap di masa mendatang.
Sementara teman Dita, Nurmi Soleh Aditya juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Untuk itu saya ingin meminta maaf kepada Dharmajaya dan seluruh mahasiswa Dharmajaya dan civitas akademinya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Nurmi.
Kasus ini menjadi pelajaran bagi banyak orang tentang pentingnya menjaga etika dan sikap di lingkungan kampus serta di media sosial, terutama ketika berbicara tentang institusi pendidikan yang berbeda.
Peristiwa ini juga menunjukkan betapa cepatnya informasi dapat tersebar di media sosial dan dampaknya yang luas bagi individu maupun kelompok yang terlibat. (Firda*)
