Viral di Medsos Begal Payudara, Kapolres Bantul Minta Masyarakat Hati-hati di Jalan Sepi

Avatar of Redaksi
Begal Payudara
Sejumlah petugas Polres Bantul melakukan patroli pengamanan. (Hadid Husaini/kabarTerdepan.com)

Bantul, kabarterdepan.com – Beberapa waktu lalu, media sosial dihebohkan dengan tindak pelecehan seksual begal payudara yang terjadi di Jalan Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (27/1/2024).

Dalam postingan di akun instagram @merapi_uncover tersebut, terdapat narasi seseorang yang dibuntuti oleh pengendara motor lainya di jalan yang sepi.

“Minta tolong di share min jam 22.30 di Jalan Imogiri arah Tembi. Saya diikuti motor gigi an Supra sepertinya. Saya, dibegal remas PD, sama orang bajing*n cowok. Dia masih muda, dan tidak tahu plat nomornya,” tulisnya di Instagram tersebut.

Dalam postingan tersebut juga menjelaskan bahwa korban juga hendak dijambret namun tidak berhasil.

“Saya sepertinya mau dijambret juga tas saya tapi tidak kena. dan dia meremas PD saya ketika dijalan,” tulis postingan tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry menjelaskan jika pihaknya belum menerima adanya laporan dari korban korban dari kasus yang viral di media sosial.

“Korban dari kasus itu, belum membuat laporan kejadian ke polisi. Kami imbau, agar korban membuat laporan agar kasusnya bisa kami selidiki,” kata Jeffry, Selasa (28/1/2025).

Sementara itu, Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari, menyampaikan jika begal payudara memiliki berbagai modus dan bisa menimpa siapapun.

Imbauan untuk Hindari Begal Payudara

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat khususnya kaum wanita agar terhindar dari kejadian tersebut, agar menghindari jalan-jalan yang sepi, baik siang maupun malam hari. Sebab bisa mengundang aksi kejahatan.

“Untuk itu kepada kaum wanita agar tidak menjadi sasaran pelaku sebaiknya bisa mengantisipasinya terlebih dahulu, misalnya dengan tidak melewati dijalan yang sepi.Bila terpaksa harus tetap fokus dan waspada,” ucapnya.

“Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menutupi bagian depan tubuh dengan tas untuk melindungi payudara. Atau, segera menjauh dari orang mencurigakan tersebut,” imbuhnya.

Dirinya juga meminta masyarakat untuk bisa berbaur dengan keramaian.

Jika mendapatkan tindakan pelecehan, ia meminta kepada korban agar bisa melakukan hal apapun yang bisa menjangkau atensi orang banyak, salah satunya dengan berteriak. Hal tersebut menurutnya dapat membuat pelaku kejahatan menjadi takut.

Ia menyampaikan jika tindakan begal payudara merupakan salah satu bentuk pelecehan yang bisa berujung pada trauma psikologis terhadap korban.

Novita juga meminta agar masyarakat tidak ragu jika mengalami pelecehan seksual apabila mengalami tindakan pelecehan seksual untuk melaporkan apa yang dialaminya kepada pihak terkait agar bisa segera dilakukan tindakan oleh kepolisian. (Hadid Husaini).

Responsive Images

You cannot copy content of this page