
Bantul, kabarterdepan.com – Polres Bantul merespon video viral terkait adanya belasan pengendara motor yang mengayunkan senjata tajam (sajam) jenis celurit di Jalan Raya Srandakan atau di Simpang 3 Jigudan, Triharjo, Pandak, Bantul, DIY pada Kamis (24/7/2025).
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry menyampaikan dalam rekaman CCTV yang beredar para pengendara motor menunjukkan celurit dengan berboncengan yang diduga bertujuan untuk mengancam kelompok lainya.
“Salah satu motor yang dikendarai tiga orang diduga menjadi target serangan. Mereka terlihat panik dan langsung kabur dari lokasi usai menyadari jumlah mereka kalah dan lawan membawa senjata tajam,” katanya melalui keterangan tertulis pada Jumat (25/7/2025).
Pihaknya menyampaikan telah meninjau lokasi namun saat sampai Jalan tersebut sudah dalam keadaan sepi.
“Kami juga mengecek CCTV untuk mengenali yang terlibat dalam tawuran bersenjata seperti yang terekam dalam video yang beredar,” ujar Jeffry, Jumat (25/7/2025).
Atas hal itu, Polres Bantul akan melakukan memperketat keamanan dan ketertiban masyarakat dengan patroli di malam hari. Hal tersebut juga menjadi fokus dari Kapolres Bantul dan menginstruksikan agar Polsek jajaran memperkecil ruang kekerasan jalanan terutama di malam hari.
“Perintah Kapolres Bantul kepada para kapolsek jajaran untuk tingkatkan patroli di malam dan dini hari, polisi akan menindak tegas, terutama pelaku yang menggunakan senjata tajam,” imbuhnya.
Jeffry menyebut, Polres Bantul selama tahun 2025 telah memproses dua kasus penyalahgunaan senjata tajam.
Ia menyampaikan bahwa sebelumnya seorang anak berinisial RCA (15) harus berhadapan dengan hukum usai terlibat penyalahgunaan senjata tajam pada 20 Juli lalu di Banguntapan, Bantul.
Terbaru kasus yang menimpa RCA (15) warga Wonosari Gunungkidul, yang bersangkutan harus menjalani proses hukum akibat kasus penyalahgunaan senjata tajam yang terjadi pada 20 Juli 2025 lalu di Banguntapan, Bantul.
antisipasi seluruh elemen masyarakat disebutnya perlu dilakukan dalam menjaga situasi Kamtibmas di Bumi Projotamansari.
Jeffry juga menekankan agar orang tua selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak menjadi pelaku maupun korban kekerasan jalanan. (Hadid Husaini)
