
Kalimantan Barat, Kabarterdepan.com – Viral di media sosial, sebuah video memperlihatkan keluhan seorang warga terkait ketidaksesuaian jumlah bantuan beras dari pemerintah memicu perhatian publik.
Seorang pria bernama Yulianus, warga Desa Sebadu, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, mengungkapkan kekecewaannya atas bantuan beras yang diterimanya.
Ia menuturkan bahwa saat dokumentasi penyerahan bantuan di kantor desa, terlihat dua karung beras diperuntukkan bagi masing-masing penerima. Namun, saat bantuan diterima, ia hanya mendapatkan satu karung.
“Ini dapat bantuan dari pemerintah pusat, difoto di kantor desa itu dua karung beras jatahnya. Tapi yang diberikan sama penerima bantuan cuma satu karung, yang satu karung ke mana?” ujar Yulianus sambil memegang satu karung beras dikutip dari unggahan TikTok @landakpusatinformasi, Jumat (25/7/2025).
Ia juga meminta penjelasan dari pemerintah Kabupaten Landak terkait prosedur penyaluran bantuan di desanya.
“Tolong ini diklarifikasi untuk Pemerintah Kabupaten Landak, bagaimana ini cara mengatasinya, khususnya untuk Desa Sebadu,” lanjutnya.
Video tersebut menyebar luas dan mengundang respons cepat dari berbagai pihak.
Tak berselang lama, Yulianus mengklarifikasi bahwa dirinya telah diberikan dua karung beras sebagaimana yang seharusnya diterima oleh setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Sabtu (26/7/2025).
“Kami sudah mendapatkan dua karung sesuai alokasi. Terima kasih kami ucapkan kepada pemerintah Desa Sebadu dan Bulog, Kalimantan Barat, yang sudah merespon dengan baik. Kami meminta maaf kepada semua pihak atas miskomunikasi ini,” ujarnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Sebadu turut menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dalam proses distribusi bantuan pangan.
“Kami ingin menyampaikan atas kesalahpahaman penyampaian teknis pembagian bantuan pangan yang disampaikan oleh aparatur saya, terutama kepala dusun, yang di mana terjadi miskomunikasi sehingga timbullah permasalahan yang belakangan ini viral,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan secara musyawarah dan berharap tidak terulang di masa mendatang.
“Kepada pihak-pihak terkait seperti Bulog, Pemerintah Kabupaten Landak, dan seluruh warga Sebadu, saya memohon maaf, sudah kami selesaikan secara musyawarah,” tambahnya.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Landak menyalurkan bantuan pangan berupa 20 kilogram beras medium dari Bulog tiap KK sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. (Riris)
