
Bantul, kabarterdepan.com– Sebuah posting media sosial @merapi_uncover memposting terkait ditemukannya anak yang diperkirakan berumur 9-11 ditemukan berjalan kaki sendiri saat hendak menyeberang di ringroad selatan Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY.
“Jalan dari timur (Ringroad selatan, (Dari arah simpang 4 Druwo) sesampai di Gapura Pelem Sewu (lajur selatan) terlihat ingin menyeberang ke utara (Gapura Glugo Jl Ali Maksum),” tulis postingan tersebut pada Selasa (15/7/2025).
Dalam postingan tersebut juga ditulis bahwa anak yang diketahui inisla JNI tersebut diseberangkan oleh Pak Ogah dan diantar ke warung makan.
“Diantar ke warung makan ABD di Pasrahkan ke Pengunjung warung yang kebetulan berdomisili di Sekitar,” katanya.
Keberadaan anak tersebut kemudian diinformasikan kepada Polsek Sewon. Dalam postingan tersebut juga dijelaskan bahwa sang anak tidak bisa berbahasa jawa dan disebut kabur dari pondok pesantren karena dibully.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry menyampaikan, saat ini anak tersebut dibawa kembali ke Pondok Madania, Banguntapan, Bantul.
Berdasarkan koordinasi dengan Polsek Setempat, ia membenarkan bahwa anak tersebut kabur dari pondok karena bertengkar dengan temannya.
“Yang bersangkutan kabur karena seringnya berantem dengan temannya lantas menangis, kemudian kabur hingga sampai daerah Glugo, Panggungharjo Sewon Bantul,” katanya.
Diketahui anak tersebut berasal dari Sleman dan diasuh oleh Pondok sejak usia balita.
Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu mengamankan dan memberi informasi terkait keberadaan anak tersebut.
Pihaknya tidak ingin kejadian bullying terhadap anak tersebut terjadi kembali. “Kami juga berkoordinasi dengan Polsek Banguntapan untuk pengawasan dan pendampingan untuk memastikan keamanan sang anak,” katanya. (Hadid Husaini)
