Viral! Abu Janda : Muslim Indonesia Bukan Umat Damai, Ini Datanya

Avatar of Redaksi
Kolase tangkapan layar di akun instagram @permadiaktivis2
Kolase tangkapan layar di akun instagram @permadiaktivis2

Jakarta, Kabarterdepan.com – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda kembali mencuri perhatian warganet setelah videonya yang mendukung pernyataan diaspora Indonesia, Christina Ginting, viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, Christina yang merupakan diaspora WNI di Jerman menyatakan bahwa umat Muslim bukanlah umat yang damai, berdasarkan pengalamannya hidup di Indonesia. Abu Janda mendukung klaim tersebut dengan merujuk pada sejumlah kasus intoleransi antarumat beragama di Indonesia tahun 2025.

“Saya datang dari negara Muslim, saya tahu apa itu Muslim. Mereka bilang Muslim itu damai. Muslim itu tidak damai,” ujar Christina, yang kemudian dikutip ulang oleh Abu Janda dalam unggahan videonya.

Pernyataan ini menimbulkan kontroversi dan perdebatan luas. Sebagian pihak mengecamnya sebagai bentuk stigmatisasi terhadap umat Islam, sementara yang lain menganggapnya sebagai kritik sosial terhadap praktik intoleransi yang masih terjadi di Tanah Air.

Daftar Kasus Intoleransi di Indonesia yang Diungkap Abu Janda (2025) :

Mei 2025 – Demo penolakan pembangunan sekolah Kristen di Pari-Pari, Sulawesi Selatan.

April 2025 – Penyegelan tempat ibadah umat Kristen saat Paskah di Tuluk Naga, Tangerang.

April 2025 – Aksi penolakan ibadah Jumat Agung di Arcamanik, Kota Bandung.

Maret 2025 – Penggerebekan warung makan saat bulan Ramadan di Garut, Jawa Barat.

Maret 2025 – Penolakan ibadah Rabu Abu oleh umat Kristen di Arcamanik, Bandung.

Februari 2025 – Aksi demo menolak makanan non-halal di salah satu mal di Kota Solo.

Januari 2025 – Penolakan terhadap kedatangan pendeta Kristen di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Itu tahun 2025 doang, setiap bulan ada kasus intoleransi. Nggak perlu saya sebutin satu persatu, kasus tahun 2024 dan 2023. Itu jauh lebih parah lagi. Jadi silahkan anda menilai sendiri, apakah kakak di jerman itu benar atau salah?,” ajak Permadi Arya dalam akun instagram miliknya, @permadiaktivis2

Respons Publik dan Trending Topic

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari tokoh agama, pegiat toleransi, dan masyarakat umum. Beberapa mengecam narasi Abu Janda yang dianggap provokatif dan berpotensi memecah belah, sementara lainnya menganggap data tersebut sebagai refleksi atas rendahnya indeks toleransi di Indonesia.

Tagar seperti #AbuJanda, #CristineGinting, #Toleransi, dan #MuslimDamai langsung menjadi trending topic di Twitter, Instagram, dan TikTok, menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu kebebasan beragama dan toleransi di Indonesia.

Kesimpulan

Polemik ini kembali menyentil pentingnya penguatan toleransi antarumat beragama di Indonesia, khususnya terkait dengan meningkatnya polarisasi sosial. Diskursus publik ini menjadi pengingat bahwa identitas agama dan keberagaman budaya di Indonesia harus dijaga melalui dialog terbuka, edukasi damai, dan penegakan hukum yang adil.

Responsive Images

You cannot copy content of this page