
Jakarta, Kabarterdepan.com – Industri otomotif Indonesia sedang berada di persimpangan sejarah. Untuk pertama kalinya, kendaraan listrik VinFast bukan lagi sebatas tren global, tetapi menjadi arus utama baru yang mulai menggeser paradigma transportasi berbahan bakar fosil.
Data yang dirilis dari laporan pasar menunjukkan, pada kuartal pertama tahun 2025, penjualan mobil listrik di Indonesia mencapai 27.616 unit, meningkat 43,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan signifikan ini menandai babak baru percepatan transformasi kendaraan listrik nasional.
Dari total penjualan mobil pada Juli 2025, kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) telah menyumbang 9 persen atau sekitar 5.500 unit, sementara hibrida berkontribusi 6 persen atau sekitar 3.600 unit. Pergeseran preferensi konsumen ke arah model listrik sepenuhnya menunjukkan adanya kepercayaan baru terhadap efisiensi, teknologi, dan keberlanjutan.
Kebijakan dan Sumber Daya yang Menguntungkan
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mencapai dua juta mobil listrik dan dua belas juta motor listrik pada tahun 2030.
Target tersebut bukan sekadar angka, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam menurunkan emisi karbon di sektor transportasi sekaligus memperkuat industri manufaktur dalam negeri.
Dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok global kendaraan listrik, khususnya dalam produksi baterai. Negara ini bahkan menargetkan menjadi produsen baterai terbesar ketiga di dunia pada tahun 2027.
VinFast Melihat Momentum Besar
Dalam konteks tersebut, VinFast, produsen kendaraan listrik asal Vietnam, hadir dengan keyakinan kuat. Melalui dukungan VinGroup, konglomerat terbesar di Vietnam, VinFast tidak hanya membawa produk, tetapi juga visi transformasi industri yang terintegrasi.
“Indonesia bukan sekadar pasar bagi kami. Ini adalah mitra strategis yang memiliki potensi luar biasa untuk memimpin perubahan di Asia Tenggara,” ujar Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia.
Menurut Kariyanto, strategi VinFast tidak berhenti pada penjualan kendaraan, melainkan membangun fondasi transportasi berkelanjutan yang terhubung dengan energi bersih dan teknologi masa depan.
“Pasar kendaraan listrik di Indonesia berkembang sangat cepat. Namun, keberlanjutan transformasi ini hanya dapat terwujud jika seluruh pihak, baik pemerintah, industri, dan masyarakat bergerak bersama,” tambahnya.

Tantangan dan Harapan
Keterbatasan infrastruktur pengisian daya dan harga baterai masih menjadi isu utama. Namun, tren pasar menunjukkan arah positif. Kian banyak model kendaraan listrik dengan harga terjangkau mulai tersedia, diiringi dengan pembangunan stasiun pengisian daya nasional (charging network) di berbagai kota besar.
Dengan sinergi antara regulasi pemerintah, investasi asing, dan kesadaran masyarakat, transformasi kendaraan listrik Indonesia kini memasuki tahap yang paling menentukan: dari inisiatif menuju akselerasi nasional.
Peran VinFast
Peran VinFast di fase ini bukan hanya sebagai penjual mobil listrik, melainkan katalis yang mempercepat terciptanya ekosistem mobilitas hijau di Indonesia.
“Perubahan ini bukan sekadar soal teknologi. Ini adalah tentang tanggung jawab lingkungan dan masa depan transportasi yang lebih bersih bagi generasi mendatang,” ujar Kariyanto menutup wawancara.
VinFast Indonesia
VinFast Indonesia adalah perpanjangan tangan dari produsen kendaraan listrik Vietnam, VinFast, yang telah resmi masuk ke pasar Indonesia dengan membangun pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat.
Perusahaan ini adalah bagian dari Vingroup, sebuah konglomerasi swasta terbesar di Vietnam. Kehadiran VinFast di Indonesia bertujuan untuk memperkuat produksi kendaraan listrik dan memperluas jangkauan di pasar Asia Tenggara.
Fokus pada Kendaraan Listrik : VinFast secara global telah beralih sepenuhnya ke produksi kendaraan listrik, dan Indonesia menjadi salah satu pilar ekspansinya di Asia Tenggara.
Pembangunan Pabrik di Indonesia : Perusahaan ini telah melakukan peletakan batu pertama untuk pabriknya di Subang, Jawa Barat, dengan investasi sekitar $200 juta dan target produksi tahunan mencapai 50.000 unit.
Produk yang Ditawarkan : VinFast berencana memproduksi beberapa model kendaraan listrik di Indonesia, termasuk model seperti VF 5, VF e34, dan model lainnya yang dirancang khusus untuk pasar dengan setir di kanan.
Strategi Pasar : Selain memproduksi mobil, VinFast juga berencana membangun ekosistem kendaraan listrik yang lengkap di Indonesia, termasuk jaringan stasiun pengisian daya dan skema langganan baterai untuk memudahkan konsumen.
