Vape Berbahaya untuk Kesehatan, Ini Kata Peneliti

Avatar of Lintang
Vape Berbahaya untuk Kesehatan
Vape Berbahaya untuk Kesehatan (X/expiredmoth)

Birmingham, KabarTerdepan.com – Rokok elektrik atau vape yang menjadi alternatif rasa rokok nyatanya Vape Berbahaya untuk Kesehatan terutama bagi sistem kekebalan atau imunitas tubuh.

Dari penelitian terungkap bahwa menghirup uap dari rokok elektrik dapat menghambat sel-sel kekebalan tubuh untuk berfungsi secara normal.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Dr Scott, profesor ilmu pernapasan di Birmingham University, Inggris dalam sebuah pernyataan.

“Rokok elektrik terbukti memiliki dampak yang lebih rendah untuk membantu perokok berhenti merokok, tapi data kami menambah bukti terkini bahwa rokok elektrik tidak berbahaya dan menyoroti perlunya mendanai penelitian jangka panjang pada pengguna vape,” kata Dr Scott, dikutip Selasa (3/10/2023).

Dr Scott bersama beberapa peneliti menganalisis efek paparan langsung uap yang mengandung nikotin dan bebas nikotin pada sel, atau dikenal sebagai neutrofil.

Menurut penelitian, dalam tubuh yang sehat, neutrofil biasanya melindungi paru-paru dengan melakukan perjalanan dari darah ke area yang berpotensi mengalami kerusakan sebelum melakukan sejumlah tugas pencegahan.

Para peneliti menganalisis 40 sampel dari orang-orang yang belum pernah merokok atau menggunakan vape.

Kemudian, mereka memberikan 40 isapan vape tanpa rasa pada neutrofil yang berasal dari darah, yang menurut penelitian sebelumnya merupakan paparan harian yang minimal.

Para ilmuwan menemukan bahwa meskipun sel-sel tersebut masih hidup setelah terpapar uap rokok elektrik dalam waktu singkat dan dalam tingkat rendah.

Namun, tidak lagi dapat bergerak secara efisien dan tidak dapat melakukan peran pertahanan seperti biasanya.

Patut dicatat bahwa uap dari e-liquid tanpa nikotin memiliki kelemahan yang sama dengan uap dari e-liquid yang mengandung nikotin.

“Oleh karena itu, dampak uap rokok elektrik terhadap mobilitas mereka menjadi sangat memprihatinkan, dan jika hal ini terjadi pada tubuh, maka mereka yang rutin menggunakan rokok elektrik berisiko lebih besar terkena penyakit pernapasan,” kata David Thickett, profesor dalam Kedokteran Pernapasan di University of Birmingham.

Diketahui, di beberapa negata seperti Inggris, Jerman, Prancis hingga Selandia Baru penggunaan vape sudah mulai dilarang. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page