Usulan Moge Masuk Tol, Prospek Pendapatan atau Ancaman Kecelakaan?

Avatar of Redaksi
IMG 20250201 000050
Ilustrasi Motor Gede / Moge Masuk ke Jalan Tol (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras, mengajukan usulan agar motor gede (moge) diizinkan untuk melintas di jalan tol.

Dalam pandangannya, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang melarang moge masuk ke jalan tol.

Andi menyarankan hal ini sebagai langkah yang dapat meningkatkan potensi pendapatan negara, karena banyaknya jumlah motor gede yang ada di Indonesia.

“Sementara kita juga biasa melihat Patwal, pengawal-pengawal dari kepolisian yang menggunakan motor masuk ke jalan tol. Ini saya kira potensi pendapatan pak, kalau moge yang kurang lebih, saya enggak tahu berapa jumlah, berapa juta ya yang ada di Indonesia, ini diberikan peluang untuk masuk,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa motor polisi yang digunakan sebagai pengawal atau patwal sering kali melintasi jalan tol, sehingga ia berpikir jika moge diperbolehkan, bisa memberikan dampak positif pada pendapatan negara.

Lanjutnya meminta agar para pemangku kebijakan, seperti Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, dan Korlantas, mempertimbangkan regulasi yang memungkinkan moge untuk melintasi jalan tol.

Namun, usulan ini mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya adalah pengamat keselamatan Sony Susmana yang menjabat sebagai Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).

Menurut Sony, usulan agar moge diizinkan masuk tol belum cocok diterapkan di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa ada banyak tantangan yang harus dihadapi dalam menerapkan kebijakan ini.

Salah satunya adalah tingginya tingkat kecelakaan yang masih terjadi di Indonesia, yang menurutnya akan meningkat jika moge diperbolehkan melintas di jalan tol.

Sony menambahkan bahwa resiko kecelakaan fatal juga sangat tinggi pada kendaraan dengan kapasitas mesin besar, seperti moge.

Selain itu, Sony juga menyoroti masalah kesenjangan sosial yang mungkin timbul jika moge diizinkan masuk tol.

Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki tantangan besar dalam hal kesiapan infrastruktur dan fasilitas darurat yang dapat digunakan jika terjadi kecelakaan.

Fasilitas darurat yang sering disalahgunakan dan belum memadai bisa menjadi masalah besar jika moge melintas di jalan tol, yang tentu membutuhkan penanganan khusus dalam hal keselamatan.

Dengan melihat fakta bahwa kecelakaan di jalan tol beberapa waktu belakangan cukup sering terjadi, Sony mengingatkan bahwa masuknya moge ke jalan tol justru bisa memperburuk situasi dan meningkatkan potensi kecelakaan.

Ia juga mempertanyakan kesiapan Indonesia untuk menghadapi potensi kecelakaan yang lebih besar jika moge diizinkan masuk tol, mengingat jumlah kecelakaan yang masih tinggi.

Kesimpulannya, meskipun ada pendapat bahwa moge bisa memberikan dampak positif dari segi pendapatan negara, usulan ini perlu dipertimbangkan secara matang, dengan memperhitungkan berbagai aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi risiko yang ada. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page