
Nasional, KabarTerdepan.com – Upah guru minim menjadi ironi di tengah harapan menuju Indonesia Emas. Guru adalah fondasi pendidikan, sementara generasi muda menjadi kunci masa depan bangsa. Sulit membayangkan masa depan yang kuat jika para pendidik belum memperoleh upah yang layak.
Kunjungan yang diunggah melalui akun Instagram Andrew Jonathan memperlihatkan kondisi nyata para guru di daerah. Jumat (27/02/2026), perbincangan dengan sejumlah warga di Nusa Tenggara Timur mengungkap fakta memprihatinkan.
Dalam video itu, Andrew menyampaikan kekecewaannya melihat kesejahteraan guru yang belum terpenuhi, padahal peran mereka sangat menentukan masa depan anak-anak Indonesia.
Masih banyak guru menerima upah hanya Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per bulan, atau sekitar Rp 3.000 sampai Rp 6.000 per hari. Nominal tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Di tengah keterbatasan itu, para guru tetap datang ke sekolah setiap hari. Mereka membimbing anak-anak dengan tekun agar memiliki masa depan yang lebih baik. Pengabdian tersebut terus dilakukan meski kesejahteraan belum berpihak kepada mereka.
“Tuhan memelihara burung di udara, pasti Tuhan memelihara kami juga,” ujar salah seorang guru saat ditanya bagaimana mereka bertahan dengan penghasilan yang sangat terbatas.
Kisah serupa dialami Agus, seorang guru honorer di Nusa Tenggara Timur. Gajinya yang semula Rp 600.000 per bulan turun menjadi Rp 230.000 akibat kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi tersebut menambah panjang daftar tantangan yang harus ia hadapi.
“Terus terang untuk saya punya tenaga honorer ini satu bulan 100.000 satu orang biaya hidup untuk mereka kerja,” ujar Agus, menggambarkan beratnya mencukupi kebutuhan hidup dengan penghasilan tersebut.
Selain Agus, guru lain bernama Wesli juga menerima upah Rp 100.000 per bulan. Kondisi itu menunjukkan persoalan kesejahteraan guru bukan kasus tunggal, melainkan persoalan yang masih terjadi di berbagai wilayah.
Andrew juga menegaskan bahwa guru adalah tokoh penting dalam perjalanan hidup seseorang. Ia mengaku tidak akan berada di posisinya saat ini tanpa didikan guru semasa kecilnya. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan banyak orang tidak lepas dari peran para pendidik.

Kunci Indonesia Emas
Generasi muda merupakan kunci untuk mencapai Indonesia Emas. Namun cita-cita itu akan sulit terwujud apabila guru-guru yang mendidik mereka tidak mendapatkan upah yang layak dan penghargaan yang semestinya.
Sebagai perbandingan, Jepang setelah Perang Dunia Kedua menghimpun guru-guru terbaik untuk membangun kembali negaranya melalui pendidikan. Langkah itu menjadi bukti bahwa investasi pada guru adalah investasi masa depan bangsa.
Di akhir pernyataannya, Andrew berharap perhatian terhadap kesejahteraan guru semakin nyata. Ia ingin para guru di Indonesia segera memperoleh upah yang layak agar pendidikan generasi muda dapat berjalan maksimal dan cita-cita bangsa tidak sekadar menjadi wacana. (Innka)
