UNY Akan Dibangun di Blora, Dua Lokasi Jadi Alternatif Utama

Avatar of Redaksi
IMG 20250429 WA0111
Plt Kepala BPPKAD Blora : Susi Widyorini

Blora, Kabarterdepan.com – Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora, mengungkapkan ada empat kecamatan yang potensial untuk dijadikan lokasi pembangunan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di Kabupaten Blora.

Plt Kepala BPPKAD Blora, Susi Widyorini, menyebutkan empat kecamatan tersebut adalah Kunduran, Blora Kota, Jepon, dan Cepu.

Menurutnya, Pemkab Blora memiliki lahan dengan luas hamparan yang sesuai persyaratan di empat kecamatan tersebut.

“Minimal lima hingga sepuluh hektare di satu hamparan,” ujar Susi, Senin (19/05/2025).

Susi menjelaskan, kecamatan lain seperti Randublatung, tidak memiliki lahan dengan luas hamparan yang memadai. Selain itu, beberapa kecamatan lain juga terkendala akses jalan yang jauh dari jalur utama.

Lebih lanjut, Susi mengatakan saat ini ada dua titik alternatif lokasi pembangunan UNY, yakni di Kecamatan Cepu dan Blora Kota.

“Di Kecamatan Cepu, lahannya berada di eks lahan bengkok Desa Balun. Sedangkan di Kecamatan Blora Kota, lahannya ada di depan Pasar Sidomakmur,” jelasnya.

Untuk mekanismenya, sambung Susi, Pemkab Blora akan menghibahkan tanah tersebut kepada pemerintah pusat, melalui Kemendikbud Ristek. Artinya, UNY tidak menerima hibah tanah secara langsung.

“Sementara untuk pembangunan kampus, sepenuhnya akan dilakukan oleh UNY,” tambah Susi.

Lebih lanjut, Pemkab Blora juga memberikan syarat kepada UNY agar rencana pembangunan kampus tersebut tercantum dalam rencana strategis UNY.

Selain itu, Susi menegaskan bahwa lahan di Cepu yang diusulkan bukan bagian dari lokasi untuk Sekolah Rakyat, yang juga direncanakan di Kecamatan Cepu dan Jepon.

Susi berharap pembangunan kampus UNY di Blora dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui peningkatan angka partisipasi pendidikan.

“Selain itu, kehadiran kampus UNY di Blora diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di Blora,” pungkasnya. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page