
Surabaya, Kabarterdepan.com-Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) secara resmi membuka Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) pada Senin(19/1/2026). SMKB didirikan sebagai pusat pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan dan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, kampus ini terus memperkuat transformasi institusional melalui pengembangan pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dalam visi Islamic Sustainable Digital Health and Education University 2030.
Rektor Unusa, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono., DEA mengatakan pendiriam SMKB ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
SMKB menaungi secara administratif seluruh program pendidikan pascasarjana, pendidikan profesi, dan program pengembangan eksekutif Unusa di bidang manajemen, kesehatan, dan kebijakan berkelanjutan, sebagai satu ekosistem akademik yang terintegrasi, konsisten, dan berdampak.
“Transformasi Unusa diarahkan pada penguatan tata kelola dan pengembangan akademik yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Yogi, Senin (19/1/2026).
Unusa Kembangkan Program Studi MM
Lebih lanjut, di bawah naungan SMKB, kampus ini mengembangkan Program Studi Magister Manajemen (MM) yang berorientasi pada keberlanjutan dan selaras dengan SDGs serta prinsip ESG, dengan fokus pada layanan kesehatan, pendidikan tinggi, kebijakan publik, serta kewirausahaan dan bisnis; Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, yang menitikberatkan pada keberlanjutan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat; Program Studi Magister Keperawatan, yang diarahkan pada peningkatan kualitas layanan keperawatan dan mutu pelayanan kesehatan.
“Unusa tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kampus harus menjadi pusat solusi, bukan sekadar pusat pengetahuan,”tambahnya.
SMKB nantinya akan menghadirkan kurikulum yang lebih adaptif, termasuk tambahan mata kuliah yang berkaitan dengan sustainability. Selain pendidikan formal, SMKB menginisiasi Program Pendidikan Eksekutif (PPE) di bidang Keberlanjutan, yang berfokus pada penguatan pemahaman dan implementasi SDGs serta prinsip ESG bagi pimpinan dan profesional di berbagai sektor.
“Di SMKB akan ada tambahan mata kuliah yang berkaitan dengan sustainability, sehingga mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas untuk menghadapi kebutuhan industri saat ini,” pungkasnya.
