IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Unik, Penjual Pentol Keliling di Mojosari Mojokerto Layani Transaksi Non Tunai

Avatar of Andy Yuwono
Tukino, penjual pentol keliling di Mojosari Mojokerto menerima prmbayaran pembelian pentol non tunai, Jumat (1/3/2024). (Redaksi/kabarterdepan.com)
Tukino, penjual pentol keliling di Mojosari Mojokerto menerima prmbayaran pembelian pentol non tunai, Jumat (1/3/2024). (Redaksi/kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Seorang penjual pentol keliling di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto tergolong unik dan kreatif. Pasalnya ia menyediakan jasa pembayaran non-tunai untuk setiap kali pembelian pentol maupun minuman es sachetan.

Ia adalah Tukino (34) warga Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang setiap harinya berkeliling ke kampung-kampung dan sekolahan berjualan pentol dengan menggunakan sepeda motornya.

Responsive Images

Menariknya, di rombongnya nampak berbeda dari penjual pentol pada umumnya, terpampang barcode tekhnologi Quick Response Code Indonesian (QRIS) untuk melakukan pembayaran non tunai pembelian pentolnya.

Fahmi Mauladani, salah satu pelajar di SMAN 1 Mojosari yang menjadi pelanggan pentol mengatakan, dirinya melakukan pembelian saat ketika uang sakunya telah habis.

“Karena uang saku sudah habis hasilnya pakai Qris ini tadi,” ungkapnya. Jumat (1/3/2024) siang.

Aktifitas Tukino menjajakan pentol keliling, Jumat (1/3/2024). (Redaksi/kabarterdepan.com)
Aktifitas Tukino menjajakan pentol keliling, Jumat (1/3/2024). (Redaksi/kabarterdepan.com)

Fahmi yang saat itu membeli jajanan pentol hanya Rp 5.000 pun tak merasa minder, lantaran hal itu lebih mudah dan dirasa lebih fkeksibel daripada harus menyisahkan uang sakunya.

“Tinggal buka HP, pakai aplikasi dana ataupun bank tinggal Scan,” tambahnya.

Ia menyebut, baru pertama kalinya melihat penjual jajanan pentol keliling yang menyediakan jasa pembayaran non tunai.

“Baru ada dan baru tahu kali ini, tempat lain nggak ada, kalaupun ada yang mungkin sejenis rumah makan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Tukino setiap harinya berkeliling sejak pukul 08.00 WIB dan dan dapat dijumpai berjualan di area sekolahan SMPN 1 Mojosari, SMAN 1 Mojosari dan MTSN Mojosari.

Sementara itu Tukino mengatakan, dengan melayani jasa non-tunai rupanya ia mampu meraup omzet Rp 1.000.000 setiap harinya.

Dari aktivitasnya itu ia mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah hanya berjualan pentol keliling yang telah digelutinya sejak 15 tahun terakhir.

Dari ia berjualan pentol itu, dirinya mampu menafkahi istrinya dan satu anaknya yang kini telah duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Tukino menjelaskan, awal mula ia mendaftarkan data dirinya untuk membuka layanan non-tunai berawal dari sulitnya mencari uang kembalian pembayaran dari beberapa pelangganya.

“Awalnya saya ini kesusahan mencari uang kembali karena uang besar,” katanya saat dijumpai di belakang parkiran SMAN 1 Mojosari.

Ia pun akhirnya datang ke sebuah salah satu Bank untuk mendaftarkan pembayaran non tunai, dengan hanya menunjukan tanda barcode yang telah terpasang di gerobaknya tersebut.

“Akhirnya saya alihkan dengan pakai Qris,” ucap Kino sapaan akrabnya.

Tak hanya menjual pentol dengan harga Rp 500 untuk ukuran kecil dan yang besar Rp 1000. Kino juga menyediakan minuman dingin sachetan.

“Antusiasnya ya rata-rata anak-anak SMP dan SMA yang sudah banyak pakai dompet digital,” akunya.

Kino yang setiap hari berangkat dari rumahnya pukul 08.00 WIB dan berkeliling di beberapa sekolahan hingga kembali pulang pada pukul 17.00 WIB itupun bisa meraup omzet Rp 1.000.000.

“Transaksi 10 kali mereka beralasan ya lebih praktis dan lebih mudah, omzetnya ya satu jutaan,” pungkasnya. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar