UNICEF Siapkan Dana US$ 9,9 Miliar untuk Selamatkan 109 Juta Anak di 146 Negara Tahun 2025

Avatar of Redaksi
IMG 20241208 WA0002
Potret anak di Desa Samsagal, Distrik Nari, Kunar, Afganistan (UNICEF / Kabarterdepan.com)

Jenewa, Kabarterdepan.com – UNICEF telah mengumumkan seruan pendanaan sebesar US$ 9,9 miliar di tahun 2025. Dana ini akan digunakan untuk menjangkau 109 juta anak di 146 negara dengan bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa di tengah meningkatnya konflik, krisis iklim, dan tantangan kesehatan global.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell mengungkapkan hingga saat ini, sebanyak 213 juta anak di seluruh dunia menghadapi keadaan darurat yang tidak dapat diprediksi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pendanaan dari para donatur menjadi kunci guna memastikan respons yang cepat dan efektif.

“Melihat ke depan hingga tahun 2025, kami memperkirakan bahwa 213 juta anak di 146 negara dan wilayah akan membutuhkan bantuan kemanusiaan sepanjang tahun – jumlah yang sangat tinggi,” ujarnya.

Russell menambahkan bahwa mandat UNICEF adalah menjangkau anak-anak dengan layanan vital sekaligus melindungi hak-hak mereka, sebagaimana telah dilakukan selama 78 tahun terakhir.

“UNICEF memiliki mandat untuk menjangkau setiap anak-anak ini dengan layanan dan perlengkapan penting yang mereka butuhkan, dan untuk memastikan bahwa hak-hak mereka dilindungi dan ditegakkan, sebuah mandat yang telah memandu pekerjaan kami selama 78 tahun terakhir,” tambahnya.

Russell menegaskan pentingnya pendanaan fleksibel dari donor untuk memastikan keberlanjutan program kemanusiaan.

“Dukungan melalui pendanaan kemanusiaan yang fleksibel sangat penting bagi pekerjaan kami untuk anak-anak yang terkena dampak krisis,” tegasnya.

Russell juga menyampaikan bahwa dengan bekerja sama melalui tindakan kemanusiaan dapat menciptakan dunia yang aman dan layak bagi setiap anak di dunia.

“Bayangkan apa yang dapat kita capai untuk anak-anak dengan bekerja sama melalui tindakan kemanusiaan yang berprinsip, menciptakan dunia di mana hak-hak setiap anak dilindungi dan ditegakkan, dan di mana setiap anak dapat berkembang dan tumbuh. Dunia yang layak untuk setiap anak,” pungkasnya.

Pada tahun 2025, lebih dari 57,5 juta bayi diperkirakan lahir di negara-negara terdampak krisis kemanusiaan. Jumlah tersebut meningkat 400.000 dibandingkan tahun sebelumnya.

Dilansir dari laman resminya, UNICEF merencanakan beberapa target sebagai bagian dari Humanitarian Action for Children, di antaranya:

  1. Memberikan layanan kesehatan primer kepada 56,9 juta anak dan perempuan.
  2. Menyaring status gizi 34 juta anak usia 6-59 bulan.
  3. Menyediakan dukungan kesehatan mental dan psikososial kepada 20,6 juta anak dan pengasuh.
  4. Memberikan akses pendidikan formal maupun nonformal kepada 24 juta anak.
  5. Menyediakan air bersih untuk 55,3 juta orang.

Lima negara dengan kebutuhan pendanaan terbesar adalah:

  1. Afghanistan: US$ 1,19 miliar
  2. Sudan: US$ 840 juta
  3. Republik Demokratik Kongo: US$ 804,3 juta
  4. Negara Palestina: US$ 716,5 juta
  5. Lebanon: US$ 658,2 juta

Sementara, hasil laporan UNICEF pada tahun 2024, meliputi:

  1. 26,4 juta anak dan perempuan telah mengakses layanan kesehatan primer.
  2. 12,2 juta anak usia 6-59 bulan telah menjalani pemeriksaan gizi.
  3. 17,4 juta orang telah mendapatkan akses air bersih.
  4. 9,7 juta anak telah memperoleh pendidikan formal dan nonformal.
  5. 12,6 juta anak dan pengasuh telah mengakses dukungan kesehatan mental berbasis komunitas.

Meskipun ada kemajuan, beberapa negara seperti Burkina Faso, Lebanon, Uganda, Republik Demokratik Kongo, Mali, dan Myanmar menghadapi kekurangan dana yang signifikan.

Pendanaan ini diharapkan dapat membantu jutaan anak yang terkena dampak krisis agar tetap memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page