
Yogyakarta, Kabarterdepan.com – KAI Daop 6 Yogyakarta meminta para penumpang kereta untuk memperhatikan barang bawaan saat berkendara.
Pasalnya, beberapa waktu lalu sempat viral seorang wanita bernama Anita yang memicu kegaduhan akibat kelalaiannya meninggalkan tumbler Tuku.
“Ya PT Kereta Api (KA) Daop 6 Yogyakarta mengingatkan kepada penumpang untuk memperhatikan barang bawaan saat berada di kereta tanggung jawab pemiliknya,” kata Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih melalui keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025).
Feni juga meminta agar para penumpang dapat membawa botol air minum atau tumbler dan memanfaatkan water station yang ada di sejumlah stasiun.
Ia meminta penumpang untuk membawa tumbler atau botol air minum pribadi dan dapat mengisi air minum di water station yang telah tersedia di stasiun.
“Fasilitas air minum gratis ini bertujuan untuk menyediakan air minum yang mudah diakses oleh pelanggan, sekaligus mendorong kebiasaan membawa botol minum pribadi untuk mengurangi ketergantungan terhadap air mineral kemasan plastik sekali pakai,” kata Feni.
“Langkah ini menjadi salah satu cara KAI Daop 6 untuk mewujudkan layanan kereta api berbasis keberlanjutan dan kelestarian lingkungan,” imbuh Feni.

Beberapa water station di wilayah Daop 6 Yogyakarta seperti KA Jarak Jauh seperti Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Purwosari, Stasiun Solo Jebres.
Sementara untuk KA Lokal dan commuter line berada di Stasiun Yogyakarta, Stasiun Wates, Stasiun Maguwo, Stasiun Klaten, dan Stasiun Palur.
“KAI Daop 6 Yogyakarta berharap pelanggan dapat turut serta dalam gerakan positif ini dengan membawa wadah minum sendiri,” ujar Feni.
Kisah Viral Tumbler Tuku Jadi Pembelajaran
Sempat viral beberapa waktu lalu seorang wanita bernama Anita yang memicu kegaduhan akibat kelalaiannya meninggalkan tumbler Tuku di perjalanan KRL jalur Tanah Abang–Rangkasbitung.
Wanita tersebut bahkan melakukan pengaduan kehilangan hingga berujung seorang petugas KAI dipecat dari pekerjaannya.
Kendati begitu, KAI telah membantah telah memecat petugas yang dimaksud. Hingga saat ini peristiwa tersebut masih dalam penelusuran pihak terkait.
Wanita tersebut dan suaminya diketahui telah menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial atas kegaduhan yang diperbuat. (Hadid Husaini)
