Tri Rismaharini Hadir di Tengah Duka Ponpes Al-Khoziny, Bawa Harapan dan Arahan Evakuasi

Avatar of Redaksi
Potret Tri Rismaharini saat meninjau langsung Ponpes Al-Khoziny. (Facebook Moch Abdul Wahid)
Potret Tri Rismaharini saat meninjau langsung Ponpes Al-Khoziny. (Facebook Moch Abdul Wahid)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Di tengah suasana darurat pasca ambruknya mushala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Tri Rismaharini hadir langsung ke lokasi kejadian pada Selasa (30/9/2025).

Kehadirannya membawa harapan baru bagi keluarga santri yang masih menanti kabar kerabat mereka, sekaligus menjadi titik balik dalam koordinasi teknis evakuasi yang sedang berlangsung.

Tri Rismaharini Tinjau Reruntuhan dan Beri Arahan Teknis

Risma tiba di lokasi dan langsung meninjau reruntuhan bangunan yang telah rata dengan tanah. Dilansir dari d-onenews.com, mantan Menteri Sosial RI itu tampak tertegun sejenak sebelum bergerak cepat berdiskusi dengan tim penyelamat.

Dalam peninjauan tersebut, Risma mengusulkan penggunaan alat bantu konstruksi tambahan seperti penahan model T dan penggalian parit untuk mempercepat proses evakuasi.

“Kalau bisa ini diupayakan ada semacam alat penahan konstruksi model T agar proses evakuasinya bisa lancar. Kemudian bikin parit,” ujar Risma.

Arahan teknis yang ia berikan bukan sekadar pendapat, melainkan hasil dari pengalaman dan latar belakang akademis yang kuat.

Sebagai lulusan S1 Arsitektur dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Risma memiliki pemahaman mendalam terhadap struktur bangunan dan metode penyelamatan.

Pengalamannya sebagai Menteri Sosial RI juga membentuk kepekaan terhadap dinamika kebencanaan di berbagai wilayah Indonesia.

Koordinasi Cepat dengan Tim Penyelamat

Potret Tri Rismaharini saat meninjau langsung Ponpes Al-Khoziny. (Facebook Moch Abdul Wahid)
Potret Tri Rismaharini saat meninjau langsung Ponpes Al-Khoziny. (Facebook Moch Abdul Wahid)

Di lapangan, Risma menunjukkan gaya kepemimpinan yang khas: cepat, tegas, dan langsung ke inti persoalan. Ia berkoordinasi aktif dengan tim BPBD dan relawan, memastikan bahwa setiap langkah evakuasi berjalan efisien. Gaya komunikasinya yang “sat-set” membuat arahan teknis mudah dipahami dan segera diterapkan.

Tak hanya fokus pada aspek teknis, Risma juga menyempatkan diri menemui keluarga santri di posko penanggulangan bencana. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan empati dan doa agar para korban segera ditemukan.

“Panjenengan semua yang sabar nggeh, ini adalah ujian. Terutama untuk santri yang saat ini masih dalam proses evakuasi, kami doakan yang terbaik. Kita doakan juga kepada petugas yang saat ini sedang berjuang melakukan evakuasi,” ucapnya.

Ia juga meninjau dapur umum dan pusat data penanggulangan bencana, memastikan ketersediaan logistik bagi keluarga korban dan memantau kondisi santri yang dirawat intensif di rumah sakit.

Kehadiran Risma di tengah krisis ini menjadi simbol harapan dan ketegasan. Ia tidak datang sebagai pejabat, tetapi sebagai sosok yang memahami medan, menguasai teknis, dan menyentuh hati masyarakat yang sedang berduka. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page