Tren Kaldu Tulang di Media Sosial: Fakta atau Mitos Manfaatnya?

Avatar of Lintang
steptodown.com216471
Ilustrasi kaldu tulang. (Shutterstock)

Kesehatan, Kabarterdepan.com – Kaldu tulang sedang hangat diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Mulai dari TikTok hingga Instagram, jutaan warganet aktif membagikan pengalaman positif mereka setelah rutin mengonsumsi minuman gurih ini setiap pagi.

Klaim manfaatnya pun beragam, mulai dari kulit lebih glowing, pencernaan lancar, tubuh terasa segar, hingga pemenuhan kebutuhan protein yang lebih mudah. Namun, apakah semua klaim tersebut benar adanya?

Kaldu tulang bukanlah sekadar minuman biasa. Cairan kaya nutrisi ini dibuat dari proses perebusan tulang hewan seperti sapi atau ayam selama berjam-jam. Hasilnya adalah ekstrak yang kaya akan air, garam, dan beragam nutrisi esensial.

Kandungan natrium yang tinggi di dalamnya juga berperan penting dalam menarik air ke dalam sel, sehingga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh optimal.

Tak hanya itu, kaldu tulang juga mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium, magnesium, serta vitamin A, B, K, dan E.

Kandungan proteinnya pun cukup menjanjikan, terutama berkat kehadiran kolagen dan asam amino, dua komponen yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan kulit, sendi, hingga sistem imun.

Salah satu alasan utama mengapa banyak orang memburu kaldu tulang adalah kandungan kolagennya. Kolagen dikenal sebagai protein struktural yang berperan besar dalam menjaga elastisitas kulit, mencegah keriput, dan memperkuat jaringan ikat.

Melansir dari Food and Wine, Sabtu (21/6/2025), ahli gizi, Lisa Moskovitz membenarkan bahwa konsumsi kolagen memang dapat memperlambat proses penuaan kulit dan sedikit memperbaiki kualitas, tekstur, serta warna kulit.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa jumlah kolagen dalam kaldu tulang, terutama yang dibuat di rumah atau produk jadi, sering kali sangat kecil dan tidak terdeteksi secara akurat.

Sebuah studi pada 2019 yang diterbitkan dalam International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism bahkan menemukan bahwa kaldu tulang tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan kolagen secara signifikan jika dibandingkan dengan suplemen khusus kolagen.

Tak hanya kolagen, kaldu tulang juga mengandung berbagai asam amino. Menurut ahli gizi Kathleen Garcia-Benson, asam amino dalam kaldu tulang berperan dalam memperbaiki jaringan, mendukung kekebalan tubuh, serta menyediakan energi.

Akan tetapi, ia menekankan bahwa kaldu tulang bukanlah satu-satunya sumber asam amino yang tersedia, dan tidak boleh dijadikan sebagai satu-satunya andalan.

“Kaldu tulang dapat menjadi pelengkap asupan gizi Anda, tetapi tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan asam amino harian,” tutur Lisa.

Dalam satu cangkir kaldu tulang, umumnya terkandung sekitar 9 gram (g) protein. Namun, jumlah ini sangat bervariasi tergantung pada jenis tulang, durasi perebusan, dan bahan tambahan lain.

Tak hanya itu, meski manfaat kaldu tulang cukup menjanjikan, ada hal penting yang perlu diingat: kandungan natriumnya yang tinggi bisa berisiko jika dikonsumsi secara berlebihan.

Bagi yang memiliki hipertensi, penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal, ada baiknya membatasi konsumsi atau berkonsultasi dengan ahli gizi terlebih dahulu. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page