
Surabaya, Kabarterdepan.com – Untuk memperluas jangkauan transportasi publik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) berencana menambah 3 koridor baru bus Trans Jatim yang akan melayani kawasan Gerbangkertasusila (Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan) serta Malang Raya.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengatakan penambahan koridor baru bus trans jatim ini dilakukan untuk mendukung mobilisasi masyarakat yang akan berdampak pada perekonomian. Hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, lantaran bus ini masih disubsidi menggunakan dana APBD.
“Kita sudah matur ke Ibu Gubernur agar minimal operasional Trans Jatim sampai koridor 8 itu jangan dikurangi. Karena kalau dikurangi, efeknya luar biasa bagi pengguna. Sekarang ada 20 ribu orang per hari menggunakan Trans Jatim,” kata Nyono, Minggu (26/10/2025).
Koridor Baru Trans Jatim
Lebih lanjut, tiga koridor baru sebenarnya sudah masuk dalam rencana pengembangan 2026, yakni satu koridor tambahan di wilayah Gerbangkertasusila dan dua koridor lainnya di kawasan Malang Raya. Namun akibat adanya pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) membuat anggaran Pemprov Jatim menjadi terbatas.
Lebih lanjut, terkait anggaran dana subsidi yang tersedia saat ini diperkirakan hanya cukup untuk operasional hingga Juli 2026. Program subsidi ini sangat penting karena sangat membantu masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah dalam melakukan mobilisasi maupun kegiatan perekonomian.
“Kami sudah lapor ke Ibu Gubernur agar operasionalnya tidak dikurangi. Minimal bisa berjalan sampai akhir tahun 2026. Kalau pun belum ada tambahan koridor, yang penting operasional tetap jalan,” tambahnya.
Hingga saat ini biaya operasional bus trans jatim mencapai Rp150 miliar tahun depan. Dana ini digunakan untuk operasional 8 koridor yang telah berjalan. Dari dana tersebut 80 persennya untuk subsidi agar masyarakat dapat menikmati tarif yang murah yakni hanya Rp 5000 untuk umum, dan Rp 2.500 untuk pelajar dan santri.
“Kalau tanpa subsidi, tarifnya bisa sampai Rp25 ribu seperti Bus Trans Jatim Luxury. Jadi subsidi ini penting sekali untuk menjaga aksesibilitas masyarakat,” paparnya.
Selain mendukung mobilisasi masyarakat, banyak manfaat yang dirasakan sejak beroperasinya bus trans jatim seperti angka kecelakaan yang berkurang, emisi gas menurun, bangkitnya perekonomian daerah, dan layanan publik yang merata.
“Manfaat ekonomi yang dihasilkan jauh lebih besar dari sekadar keuntungan finansial langsung. Karena itu, kami berharap perluasan ke Gerbangkertasusila dan Malang Raya bisa dilakukan bersamaan,” pungkasnya.
